top ear
Pengangkatan jenazah korban Peristiwa G30S di Lubang Buaya. (Wikimedia.org)
  • SOLOPOS.COM
    Pengangkatan jenazah korban Peristiwa G30S di Lubang Buaya. (Wikimedia.org)

Hari Ini Dalam Sejarah: 30 September 1965, Peristiwa G30S Meletus

Bermacam-macam peristiwa bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 30 September, salah satunya saat meletusnya Peristiwa G30S.
Diterbitkan Rabu, 30/09/2020 - 00:09 WIB
oleh Solopos.com/Ginanjar Saputra
3 menit baca

Solopos.com, SOLO — Sebanyak enam jenderal militer senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang dituduhkan kepada para pengawal istana yang dianggap loyal kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol Untung pada 30 September 1965. Kejadian itu dikenang dengan sebutan Peristiwa G30S.

Peristiwa G30S merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 30 September.

Selain Peristiwa G30S, masih banyak peristiwa bersejarah pada 30 September yang terangkum pada Hari Ini Dalam Sejarah, 30 September yang dihimpun Solopos.com dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org:

737

Pasukan Kekhalifahan Umayyah pimpinan Asad bin Abdallah Al-Qasri menginvasi wilayah kekuasaan Suku Turgesh di dekat Sungai Oxus, sebelah utara Afganistan. Invasi itu memicu pertempuran yang disebut dengan Pertempuran Bagasi lantaran pasukan Suku Tugesh berhasil menyerang kereta bagasi milik pasukan Umayyah. Pertempuran tersebut akhirnya dimenangi pasukan Suku Turgesh.

1541

Penakluk asal Spanyol, Hernando de Soto, dan pasukannya menjadi orang-orang Eropa pertama yang memasuki wilayah pedalaman Amerika di Tula yang kini dikenal sebagai Arkansas di Amerika Serikat (AS). Dalam perjalanannya di Arkansas, Hernando de Soto bersama pasukannya mendapatkan perlawanan dari orang-orang pribumi. Meski demikian, berhasil menaklukkan Arkansas beberapa hari kemudian.

1744

Pasukan Kerajaan Prancis bersama pasukan Kerajaan Spanyol berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Sardinia dalam Pertempuran Madonna Dell’olmo di Cuneo, Piedmont atau kini Italia. Meski menang, dalam salah satu pertempuran di masa Perang Seksesi Austria itu, pasukan Spanyol dan Prancis jusrtu memilih mundur dari Piedmont. Mundurnya pasukan Spanyol dan Prancis itu disebabkan dengan sudah datangnya musim dingin dan dikhawatirkan justru membuat para tentara terjebak dan tak mampu kembali pulang.

1951

Wahyu Sardono lahir di Solo, Jawa Tengah (Jateng). Ia lantas dikenal luas sebagai komedian dengan nama panggung Dono. Dono merupakan anggota Warkop bersama Kasino dan Indro. Selain menjadi komedian ternama, Dono juga merupakan dosen di Universitas Indonesia. Pelawak legendaris tersebut meninggal dunia di Jakarta pada 30 Desember 2001 akibat kanker paru-paru.

1965

Sebanyak enam jenderal militer senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang dituduhkan kepada para pengawal istana yang dianggap loyal kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol Untung. Peristiwa itu berlangsung hingga 1 Oktober dini hari. Kini, peristiwa yang menjadi kontroversi di beberapa kalangan itu dikenang dengan sebutan Gerakan 30 September (G30S) atau Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu).

1966

Salah satu protektorat Britania Raya, Bechuanaland, mendeklarasikan kemerdekaannya. Nama negara tersebut lantas diubah menjadi Republik Botswana. Sebelumnya, Botswana telah dikuasai Inggris sejak 1700-an.

1980

Pasukan Iran mulai mengebom kilang minyak di Bagdad, Irak melalui serangan udara. Serangan itu merupakan balasan terhadap Irak yang sebelumnya telah menyerang kilang minyak milik Iran di Teluk Persia.

1986

Olivier Giroud lahir di Chambery, Prancis. Kini, namanya dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang membela klub besar di Inggris, yakni Chelsea, sejak awal 2018. Sebelum membela Chelsea, Giroud telah lebih dulu membela Arsenal sejak 2012 dan sudah mencetak 70 gol dari 170 penampilannya di Liga Inggris.

1993

Gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang Negara Bagian Maharashtra, India. Akibat bencana alam itu, 9.748 orang tewas dan sedikitnya 30.000 lainnya mengalami luka-luka.

2009

Gempa bumi dengan kekuatan 7,6 skala Richter melanda perairan dekat Sumatra Barat. Bencana tersebut menyebabkan 1.117 orang tewas dan 2.902 orang luka-luka. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, dan 78.604 rumah rusak ringan akibat gempa bumi tersebut.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini