Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Harga Pangan Masih Terpantau Tinggi, Berapa Harga Telur Hari Ini?

Harga pangan strategis seperti berbagai jenis cabai hingga daging masih terpantau tinggi, termasuk berapa harga telur hari ini.
SHARE
Harga Pangan Masih Terpantau Tinggi, Berapa Harga Telur Hari Ini?
SOLOPOS.COM - Harga telur hari ini, Jumat (24/6/2022) masih relatif tinggi bahkan naik dibandingkan hari sebelumnya. (Solopos Dok)

Solopos.com, JAKARTA – Harga pangan strategis seperti berbagai jenis cabai hingga daging masih terpantau tinggi, lantas berapa harga telur hari ini?

Meski relatif tinggi, tetapi pada Jumat (23/6/2022) ini, ada beberapa harga pangan yang terpantau mulai mengalami penurunan.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Berdasarkan data di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 24 Juni 2022, harga cabai rawit kemarin menjadi Rp76.150/kg.

Secara terperinci bila dibandingkan kemarin, harga daging ayam sedikit turun dari Rp37.050/kg menjadi Rp37.000/kg.

Sedangkan harga daging sapi juga mengalami penurunan dari sebelumnya Rp134.050/kg pada Kamis (23/6/2022) menjadi Rp133.950/kg pada Jumat hari ini.

Baca Juga: Harga Pangan Terancam Naik, Begini Saran Ekonom

Namun ada juga harga pangan yang justru naik salah satunya bawang merah yang mencapai Rp58.150/kg pada hari ini atau naik dari sebelumnya Rp56.900/kg.

Lantas bagaimana dengan harga telur hari ini? Berdasarkan sumber yang sama, harga telur hari ini, Jumat (24/6/2022), turun menjadi Rp29.250/kg dari hari sebelumnya, Kamis (23/6/2022) senilai Rp29.300/kg.

Terlihat bahwa harga pangan masih relatif tinggi, meski ada yang turun seperti harga telur hari ini.

Kementerian Perdagangan melihat berdasarkan pantauan, di beberapa sentra produksi di wilayah pulau Jawa seperti di Nganjuk, Demak, dan Probolinggo pada Mei masa panen telah berakhir dan tengah memasuki masa tanam sehingga pasokan bawang dari daerah sentra tersebut berkurang.

Baca Juga: Harga Pangan dan Energi Naik Tak Pacu Inflasi, Ini Penyebabnya

Alhasil, kondisi tersebut menyebabkan pasokan bawang merah di pasaran berkurang. Kemendag memperkirakan pasokan akan kembali normal pada masa panen raya bulan Juli sampai dengan September.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) telah meminta kepada pemerintah menjaga stabilitas harga dan melakukan distribusi dari wilayah yang surplus ke wilayah yang defisit.

“Kami meminta kepada pemerintah untuk membantu subsidi distribusi dari wilayah-wilayah yang surplus ke wilayah-wilayah yang kebutuhan konsumsinya cukup besar,” ujar Sekretaris Jenderal Ikappi Reynaldi Sarijowan, Rabu (22/6/2022).

Pedagang turut meminta untuk memangkas rantai pasok distribusi yang juga berdampak pada harga jual yang ditetapkan karena omzet yang diterima pedagang sudah anjlok hingga 50 persen. Hal ini tampaknya juga berpengaruh pada harga bahan pangan seperti telur yang masih relatif tinggi hari ini.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode