Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Harga Minyak Dunia Anjlok, ESDM: ICP US$63 per Barel Ada Penyesuaian Harga BBM

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan akan ada penyesuaian harga BBM jika harga minyak mentah dunia mendekati asumsi ICP US$63 per barel.
SHARE
Harga Minyak Dunia Anjlok, ESDM: ICP US$63 per Barel Ada Penyesuaian Harga BBM
SOLOPOS.COM - Foto Ilustrasi Minyak Mentah Dunia JIBI/Harian Jogja/Reuters

Solopos.com, JAKARTA–Harga minyak mentah dunia tercatat melemah pada penutupan perdagangan Jumat (23/9/2022), tertekan oleh kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan resesi ekonomi global dan lonjakan dolar AS.

Di sisi lain, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) domestik apabila harga komoditas energi primer di pasar dunia kembali melemah.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan penyesuaian itu dapat dilakukan ketika harga minyak mentah dunia mendekati asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) pada awal tahun di angka US$63 per barel.

“Kalau misalnya kembali ke US$63 ada [penyesuaian] lah, kan APBN sekarang US$63 per barel, iya toh,” kata Arifin saat ditemui di Kompleks Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Arifin mengatakan harga BBM yang berlaku saat ini masih relatif jauh dari harga keekonomian.

Kendati demikian, dia mengatakan pemerintah akan tetap meninjau harga BBM setelah adanya pelemahan harga minyak mentah dunia yang ajek saat ini.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Bisnis.com, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terpantau turun 4,75 poin atau 5,69% ke US$78,74 per barel.

Adapun, harga minyak Brent turun 4,31 poin atau 4,76% ke US$86,15 per barel.

Tim Analis Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan, resesi ekonomi dan inflasi tinggi secara global, yang dipicu oleh kasus wabah Corona dan perang Rusia-Ukraina mendorong penolakan negara-negara barat membeli minyak mentah Rusia, menjadi penghambat pemulihan ekonomi global.

Sementara itu, upaya bank sentral AS untuk menekan inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan secara agresif, mendukung dolar AS menguat sejak awal 2022 ini.

The Fed diekspektasikan akan menaikkan suku bunga kembali pada Oktober mendatang.

“Hal-hal ini telah membebani harga minyak hari ini, walau dibatasi kekhawatiran kelangkaan minyak mentah seiring tertahannya pencabutan sanksi untuk Iran,” jelas Tim Riset MIFX dalam riset, dikutip Sabtu (24/9/2022).

MIFX memperkirakan minyak berpotensi dijual menguji level support di US$80 per barel, bila turun di bawah US$81 per barel.

Namun, jika bergerak naik ke atas level US$82,50, minyak berpeluang dibeli menguji resistance selanjutnya di US$83,50 per barel.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Harga Minyak Anjlok 5,69 Persen, Harga BBM di RI Bakal Turun?

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode