Harga Kedelai Stabil Tinggi, Perajin Tempe Wonogiri Terpaksa Perkecil Ukuran

Harga kedelai di Wonogiri stabil tinggi, sejak munclnya pandemi Covid-19 hingga sekarang.

Jumat, 30 September 2022 - 18:54 WIB Penulis: Luthfi Shobri Marzuqi Editor: Ponco Suseno | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Perajin dan penjual tempe di Pasar Wonogiri, Sri Sunarsih, tersenyum sembari menunggu tempenya dibeli pembeli, Jumat (30/9/2022). (Solopos.com/Luthfi Shobri M.)

Solopos.com, WONOGIRI — Harga kedelai di Wonogiri stabil tinggi, sejak munculnya pandemi Covid-19 hingga sekarang. Hal itu mengakibatkan perajin produk olahan kedelai, seperti penjual tempe terpaksa mengecilkan ukuran produk yang dijual.

Salah seorang perajin tempe di Los Lantai I Pasar Wonogiri, Slamet, mengatakan harga kedelai hanya berkisar Rp7.000/kg saat sebelum pandemi Covid-19. Begitu muncul pandemi Covid-19, harga kedelai secara berangsur-angsur naik dari Rp8.000/kg, Rp9.000/kg, hingga kini menjadi Rp13.000/kg.

Harga Rp13.000/kg sudah berjalan selama satu pekan terakhir. Sebulan sebelumnya, harga kedelai masih senilai Rp12.500/kg.

Di awal pandemi Covid-19, ia mengaku tak menaikkan harga jual tempe dan mempertahankan ukurannya, salah satunya 8 cm x 24 cm. Harga tempe dengan ukuran itu senilai Rp6.000.

“Pas harga kedelai naik jadi Rp8.000/kg hingga Rp9.000/kg, ukuran dan harga jual tempe tetap saya pertahankan. Sewaktu harga kedelai menjadi Rp10.000 ke atas, ukuran tempenya saya kurangin. Sedikit saja, sekitar 1/2 cm,” katanya.

Slamet mengambil pilihan itu lantaran tak berani menaikkan harga jual. Ia takut, jika tempe seharga Rp6.000/lonjor itu dinaikkan, pelanggannya tak ingin membeli.

Baca Juga: Sedapnya Besengek Manyaran Wonogiri, Dibikin 3 Hari dan Dibungkus Daun Jati

Perajin tempe di Pasar Wonogiri lainnya, Sri Sunarsih, melakukan hal serupa. Ia ogah menaikkan harga jual, melainkan lebih memilih mengecilkan ukuran tempe yang dijual.

Di tengah kenaikan harga kedelai, Sri mengaku bakal tetap bertahan memproduksi dan menjual tempe.

“Saya hanya tahunya beli kedelai lalu membuat tempe detiap hari. Kalau harga naik, ukurannya saya kecilin. Yang penting pinter-pinternya saja dalam berjualan, biar tetap dapat untung,” tutur Sri, Jumat.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Simulasi Pengamanan Pilkades Serentak, Kapolres Sukoharjo: Hindari Konflik 15 menit yang lalu

HEADLINE soloraya TV Analog Resmi Dihentikan, Harga STB Langsung Melambung Tinggi 55 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Kisah Gunung Bibi Boyolali: Berumur 700.000 Tahun, Disebut Ibunya Gunung Merapi 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tak Perlu Beli, 18.826 Warga Sukoharjo Dapat Bantuan Set Top Box dari Kominfo 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Siaran TV Analog di Sukoharjo Resmi Dimatikan, Penjual STB Raup Untung 300% 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Samsat Solo Launching Layar Keren, Ini Fungsinya 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Gibran Ingin Ubah Nama Jl. Diponegoro Solo, Pendiri Mega Bintang Tak Setuju 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya All New BR-V Weekend Getaway Ajak Konsumen Nikmati Pesona Alam Tawangmangu 6 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sempat Digeruduk Massa, Tahap Awal Pilkades Kembangkuning Boyolali Dipindah 6 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Jalan Menuju Wisata Goa Resi Wonogiri Retak, Pengelola Sediakan Shuttle Bus 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Solopos Institute-Yayasan Kakak Susun Panduan Pemberitaan Kebebasan Beragama 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Kecamatan Teras Boyolali Luncurkan Peka Desa 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Polda Jateng Jamin Lalu Lintas Solo Lancar Saat Kirab Kaesang-Erina 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Selamat, 3 Sekolah di Sragen Jadi Sekolah Adiwiyata Mandiri 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Geruduk Balai Desa, Massa Minta Pilkades Kembangkuning Boyolali Ditunda! 8 jam yang lalu