Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Harga Bawang Putih Naik, Cabai Turun! Cek Harga Pangan Hari Ini

Mayoritas harga komoditas pangan pada Kamis (4/8/2022) hari ini mengalami penurunan, kecuali harga bawang putih yang naik tipis yaitu menjadi Rp29.350 per kilogram (kg).
SHARE
Harga Bawang Putih Naik, Cabai Turun! Cek Harga Pangan Hari Ini
SOLOPOS.COM - Ilustrasi bawang putih. (Solopos-dok)

Solopos.com, JAKARTA — Mayoritas harga komoditas pangan pada Kamis (4/8/2022) hari ini mengalami penurunan, kecuali harga bawang putih yang naik tipis yaitu menjadi Rp29.350 per kilogram (kg).

Berdasarkan data Pusat Harga Pangan Strategi Nasional (PIHPS) pada Kamis (4/8/2022) pukul 09.30 WIB, harga bawang putih naik 0,34 persen atau Rp100 dibanding hari sebelumnya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Sementara itu, harga bawang merah kembali turun 1,18 persen jika dibandingkan sehari sebelumnya menjadi Rp50.050 per kg. Jenis cabai-cabaian pun terus mengalami penurunan.

Untuk harga cabai rawit merah Rp70.600 per kg, turun 0,35 persen dibanding kemarin, cabai merah besar Rp69.900 per kg, turun 1,06 persen.

Kemudian, harga cabai merah keriting turun 0,57 persen jadi Rp70.300 per kg dan cabai rawit hijau turun 0,73 persen jadi 54.200 per kg. Adapun, harga telur ayam ras masih sama dibanding kemarin Rp29.350 per kg dan harga daging ayam ras turun 0,42 persen jadi Rp35.500 per kg.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Agustus, Cermati Saham-Saham Ini

Selanjutnya, harga daging sapi kualitas 2 Rp128.050 per kg, turun 0,12 persen dan daging sapi kualitas 1 Rp137.750 per kg, harganya tetap.

Sementara itu, harga beras kualitas medium I harganya tetap di Rp11.800 per kg, beras kualitas medium II Rp11.600 per kg, kualitas super I Rp13.100 per kg, dan kualitas super II Rp12.700 per kg.

Kemudian, harga gula pasir premium Rp15.950 per kg, atau harganya tetap. Begitu juga gula pasir lokal Rp14.550 per kg.

Harga Minyak goreng curah pada hari ini tetap di Rp15.300 per kg, minyak goreng kemasan 2 Rp22.100 per kg, turun 0,67 persen dan kemasan 1 Rp23.750, turun 0,23 persen.

Baca Juga: Ada Tambahan, Distribusi Elpiji Subsidi di Solo Terus Dipantau

Di sisi lain, ketidakpastian global yang tinggi, terutama dengan melonjaknya harga komoditas pangan dan energi masih menjadi tantangan bagi perekonomian di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan di satu sisi Indonesia diuntungkan dari kenaikan harga komoditas global sehingga menambah pendapatan negara.

“Harga batu bara, minyak, nikel, gas, CPO, dan tembaga sempat naik walaupun sekarang sudah turun semua. Namun, dari nilai ekspor Januari—Juni batu bara hampir naik 2 kali lipat, sekitar US$24 miliar dibandingkan tahun lalu US$12 miliar,” katanya dalam Webinar Bisnis Indonesia Mid-Year Economic Outlook 2022, Selasa (2/8/2022) seperti dilansir Bisnis.

Sebagaimana diketahui lonjakan harga komoditas secara global diikuti oleh kenaikan inflasi, tercermin dari beberapa negara yang inflasinya tercatat meningkat tinggi kata Airlangga, seperti Brasil yang hampir mencapai 12 persen, Eropa 9,5 persen, Amerika Serikat (AS) 9 persen, dan Singapura 5,61 persen.

Akibat dari lonjakan inflasi tersebut, sejumlah negara pun mulai melakukan pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan. Dampak dari kebijakan bank sentral global, terutama negara maju, menjadi perhatian utama pemerintah ke depan.

Baca Juga: Tuntut Kenaikan Harga, Petani Tebu di Situbondo Gelar Unjuk Rasa

Dalam hal ini, Airlangga menyampaikan bahwa keuangan negara atau APBN masih berperan penting dalam menjaga perekonomian. Sementara itu, beban pembiayaan pada APBN dikhawatirkan meningkat akibat kenaikan cost of fund sebagai dampak dari kenaikan suku bunga acuan.

“Untuk menerbitkan bond atau sukuk, pembiayaan akan menjadi meningkat, ini yang harus kita jaga,” jelasnya. Lebih lanjut, APBN kata Airlangga mendapatkan kompensasi dari kenaikan harga komoditas untuk meningkatkan subsidi dan belanja bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Langkah yang penting ke depan, stabilisasi harga, yaitu menjaga komoditas pangan dengan belanja tidak terduga dan jaring pengaman sosial, dan menambah pasokan komoditas pangan,” tutur Airlangga.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode