Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Hakim Wahyu Dilaporkan Kuat Ma'ruf, KY: Sidang Kasus Yosua Jalan Terus

Pernyataan Kuat Ma'ruf bohong, buta dan tuli yang disiarkan secara langsung oleh sejumlah televisi nasional itu dinilai tendensius sehingga membentuk persepsi negatif di masyarakat.
SHARE
Hakim Wahyu Dilaporkan Kuat Ma'ruf, KY: Sidang Kasus Yosua Jalan Terus
SOLOPOS.COM - Ketua majelis hakim kasus Yosua, Wahyu Iman Santosa (Youtube)

Solopos.com, JAKARTA –  Juru bicara Komisi Yudisial (KY), Miko Ginting, memastikan persidangan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat tidak akan terganggu kendati ketua majelis hakimnya, Wahyu Iman Santoso dilaporkan ke KY.

Hakim Wahyu Iman Santoso dilaporkan karena dinilai melakukan pelanggaran kode etik perilaku hakim lantaran di persidangan menyebut asisten Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf bohong, buta dan tuli.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Miko Ginting menyebut laporan terhadap hakim Wahyu tersebut saat ini sedang dianalisis oleh KY.

“Kami sudah menerima laporannya, dan setiap warga negara mempunyai hak untuk melaporkan jika merasa ada pelanggaran oleh hakim. Yang pasti Komisi Yudisial akan memproses laporan ini secara objektif,” katanya seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube metrotvnews.

Baca Juga: Hakim Wahyu Dilaporkan ke KY karena Sebut Kuat Ma’ruf Bohong, Buta dan Tuli

Miko Ginting menjamin Komisi Yudisial adil dan objektif terhadap setiap laporan yang masuk.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Jika dalam kajian dinyatakan tidak ada indikasi pelanggaran maka laporan itu akan dihentikan.

Namun jika terbukti ada pelanggaran, hakim Wahyu Iman Santoso bakal diberi sanksi.

Baca Juga: Bantah Richard Eliezer, Ferdy Sambo Klaim Tak Ingin Yosua Dibunuh

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

“Tahapannya panjang ya, ini kan prosesnya masih sangat awal. Prosesnya akan panjang. Apalagi kan sekarang sidangnya masih berlangsung, kami pastikan pemeriksaan laporan tidak akan mengganggu jalannya persidangan. Pemeriksaan tidak akan mempengaruhi kemandirian hakim dalam memimpin persidangan. Jadi persidangan jalan terus,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, penasihat hukum Kuat Ma’ruf melaporkan Wahyu Iman Santoso yang menjadi ketua majelis hakim kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ke Komisi Yudisial (KY).

Wahyu Iman Santoso dilaporkan karena dianggap menyalahi kode etik perilaku hakim lantaran berulang kali menyebut Kuat Ma’ruf bohong, buta dan tuli, di persidangan.

Baca Juga: Sambo Tuntut Bharada Richard Eliezer juga Dipecat dari Polri

Pernyataan Kuat Ma’ruf bohong, buta dan tuli yang disiarkan secara langsung oleh sejumlah televisi nasional itu dinilai tendensius sehingga membentuk persepsi negatif di masyarakat.

“Kami melaporkan hakim Wahyu Iman Santoso karena kami nilai melanggar kode etik perilaku hakim. Beliau berulang kali menyebut klien saya bohong. Sebagai hakim seharusnya tidak boleh melontarkan pernyataan seperti itu ketika sedang memeriksa terdakwa, apalagi sudah disiarkan secara luas dan dipublikasikan dalam berbagai pemberitaan,” ujar salah satu pengacara Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan, seperti dikutip dari kanal Youtube KompasTV, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga: Terungkap, Eks Kapolres Jaksel Dicopot Hanya karena Bacakan Rilis Ferdy Sambo

Salah satu pernyataan bohong, buta dan tuli itu keluar dari hakim Wahyu Iman saat menanyai Kuat Ma’ruf tentang kesaksian Richard Eliezer bahwa Ferdy Sambo menembak Yosua.

Kuat Ma’ruf kukuh bahwa dirinya tidak melihat Ferdy Sambo menembak Yosua meskipun dirinya hanya berjarak dua meter dari atasannya tersebut.

Baca Juga: Dituntut Sambo agar Dipecat, Bharada Eliezer Baru 2 Tahun menjadi Polisi

Hakim Wahyu yang tampak kesal lantas menyebut Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal buta dan tuli.

“Kalian berdiri berjajar dalam jarak yang dekat dengan almarhum dan FS, tapi karena kalian buta dan tuli maka kalian bilang tidak melihat Saudara Sambo menembak almarhum,” ujar hakim Wahyu dengan intonasi meninggi.

Baca Juga: 5 Kebohongan Ferdy Sambo di Sidang menurut Bharada Richard Eliezer

Menurut Irwan Irawan, sikap hakim Wahyu Iman Santoso itu menyalahi kode etik perilaku hakim yang harusnya netral di persidangan.

Hakim Wahyu dianggap melanggar Pasal 158 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode