[ X ] CLOSE

Hajatan di Krikilan Sragen Dipantau Satgas Jogo Tonggo Biar Taat Prokes

Pada H-1 sebelum acara, Satgas Jogo tonggo sudah mendatangi warga Krikilan yang ingin menggelar hajatan dan mengingatkan soal prokes.
Hajatan di Krikilan Sragen Dipantau Satgas Jogo Tonggo Biar Taat Prokes
SOLOPOS.COM - Satgas Jogo Tonggo berjaga di hajatan warga Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen, Selasa (8/6/2021). (Istimewai-Jumbadi)

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Desa (Pemdes) Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen, memberdayakan Satgas Jogo Tonggo di masing-masing kebayanan untuk memantau pelaksanaan hajatan yang digelar warga setempat.

Satgas Jogo Tonggo di Desa Krikilan bertugas memantau pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) selama hajatan berlangsung. Baik tamu undangan atau panitia hajatan diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Hanya tamu undangan dengan suhu tubuh di bawah 37 derajat Celsius yang dibolehkan mengikuti hajatan. Tamu undangan pun dibatasi 50% dari daya tampung atau kapasitas lokasi hajatan.

Baca juga: Klaster Lamaran di Sragen: 12 Warga Brangkal Gemolong Positif Covid-19

”Pada H-1 sebelum hajatan, Satgas Jogo tonggo sudah mendatangi warga yang ingin menggelar hajatan. Warga diingatkan terkait protokol kesehatan yang harus dipenuhi. Warga juga diminta membatasi kegiatan hajatan maksimal 2 jam,” terang Kepala Desa Krikilan, Jumbadi, kepada Solopos.com, Rabu (9/6/2021).

Pada Selasa (8/6/2021), Satgas Jogo Tonggo bertugas memantau pelaksanaan hajatan di rumah salah satu warga. Sehari sebelumnya, warga juga sudah diingatkan supaya pelaksanaan hajatan berlangsung maksimal dua jam mulai pukul 10.00 WIB. Berkat hadirnya Satgas Jogo Tonggo, hajatan warga itu kemudian hanya berlangsung selama 1,5 jam.

“Tepat pukul 11.30 WIB, kegiatan hajatan selesai. Jadi, hajatan itu hanya berlangsung selama 1,5 jam berkat edukasi dari Satgas Jogo Tonggo terkait penanggulangan penularan virus corona,” ujar Jumbadi.

Baca juga: Jalanan di Sragen Gelap, Dana Pemeliharaan Lampu PJU Ternyata Cuma Rp10 Juta

Sebelum wabah corona melanda, kegiatan hajatan di Krikilan Sragen biasa berlangsung sekitar 3-4 jam. Pesta hajatan masih berlanjut apabila dimeriahkan hiburan pementasan campursari atau organ tunggal.

Surat Edaran Bupati

Namun sejak terjadi pandemi, kegiatan hajatan dilaksanakan dalam waktu dan jumlah tamu terbatas sebagaimana diatur dalam surat edaran (SE) Bupati Sragen.

Selama masih berstatus zona merah, warga Sragen tidak bisa menyelenggarakan hajatan. Polisi hanya memberi rekomendasi atau izin hajatan bagi warga yang tinggal di zona hijau.

“Saat memantau pelaksanaan hajatan, Satgas Jogo Tonggo didampingi Satgas Desa dan dikawal Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Satgas Jogo Tonggo mengenakan kaus atau rompi oranye saat bertugas,” jelas Jumbadi.

Baca juga: Lagi, 670 Ekor Hama Tikus Mati Dibantai Petani Miri Sragen



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago