top ear
Ilustrasi Virus Corona (Solopos/Whisnupaksa)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Virus Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Hadiri Ngunduh Mantu di Grobogan, Rombongan dari Sragen Dipulangkan

Rombongan asal Sragen dipulangkan saat hendak menghadiri pernikahan di Grobogan.
Diterbitkan Rabu, 25/03/2020 - 15:00 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN — Rombongan besan asal Dukuh Melikan, RT 03, Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Sragen, yang berangkat menuju Pulokulon, Grobogan, dipulangkan ke kampung halaman demi memutus rantai persebaran virus corona.

Mereka batal mengikuti kegiatan ngunduh mantu meski sudah menempuh separuh perjalanan menuju Pulokulon, Selasa (24/3/2020). Informasi yang dihimpun Solopos.com, rombongan yang berjumlah sekitar 70 orang itu sudah berangkat dari Dukuh Melikan Sragen menuju lokasi ngunduh mantu di Pulokulon.

Simulasi: Jika Lockdown, Wabah Corona di Indonesia Hilang 10 Juni 2020

Meski sudah melewati separuh dari perjalanan, tepatnya di Getasrejo, Grobogan, mereka diminta pulang ke Dukuh Melikan oleh jajaran Musyawaran Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Sukodono.

“Sampai separuh perjalanan, salah satu warga ditelepon supaya rombongan diminta pulang. Rombongan mau diberi pengarahan dari Kapolsek dan Puskesmas,” terang Widodo Saputra, salah satu anggota keluarga besan kepada Solopos.com, Rabu (25/3/2020).

Meski rombongan besan asal Gebang itu sudah ditunggu oleh pihak keluarga pengantin pria, mereka akhirnya balik kanan. Sesampainya di kampung halaman, mereka dikumpulkan di halaman Kantor Balai Desa Gebang untuk diberi pengarahan. Meski berat, mereka akhirnya mau legawa.

3 Pasien Corona Meninggal di Solo Klaster Seminar Bogor, Ini Rinciannya

“Namanya, [ngunduh] mantu, biasanya tidak sembarangan dalam memilih hari. Biasanya dicari hari yang paling baik di antara hari yang baik. Meski sudah ditunggu [yang punya hajat], mau bagaimana lagi. Pak Kapolsek yang menyuruh kembali. Kalau tidak kembali dikira kita tidak taat hukum karena kita berada di negara hukum. Apa yang dilakukan oleh pemerintah juga demi kebaikan kita,” papar Widodo.

Sosialisai Antisipasi Corona

Sementara itu, semua jajaran muspimcam dalam beberapa hari terakhir gencar menyosialisasikan upaya mengantisipasi penularan virus corona. Mereka keliling dari satu kampung ke kampung lain.

Lebih Singkat, Ini Perubahan Jam Operasional Baru Mal di Solo

Kepada warga, mereka juga mengimbau untuk menunda kegiatan pengumpulan massa, termasuk menggelar pesta hajatan untuk sementara waktu demi memotong rantai persebaran virus corona. Pada Senin (23/3/2020) lalu, jajaran Muspimcam Kalijambe mendatangi rumah warga yang berniat menggelar hajatan yang dimeriahkan dengan pertunjukan cokekan di Dukuh Ngampon, Desa Krikilan.

“Saat kami datang, mereka bersiap menggelar seni musik cokekan. Sebelumnya kami sudah mengimbau supaya kegiatan semacam itu ditiadakan dahulu. Setelah kami beri sosialisasi terkait bahaya virus corona, Alhamdulillah warga mau legawa. Mereka tidak jadi menggelar cokekak yang bisa mengundang datangnya banyak orang,” terang Kapolsek Kalijambe, AKP Aji Wiyono. (Moh. Khodiq Duhri)

Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait