Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Habis-Habisan, Kebun Cabai Petani Kalijambe Sragen Dirusak Maling

Tidak sekadar cabainya diambil tetapi ratusan pohon cabai milik petani di Kalijambe Sragen batangnya dipatahkan semua.
SHARE
Habis-Habisan, Kebun Cabai Petani Kalijambe Sragen Dirusak Maling
SOLOPOS.COM - Bhabinkamtibmas memeriksa kondisi kebun cabai milik petani di sebelah utara Dukuh Siboto RT 011, Kalimacan, Kalijambe, Sragen, yang dirusak dan dicuri, Sabtu (2/7/2022). (Istimewa/Warsono)

Solopos.com, SRAGEN — Ratusan pohon cabai jenis cabai tampar dan cabai merah besar milik petani di Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, dirusak dan cabainya dicuri oleh orang tak bertanggung jawab, Sabtu (2/7/2022). Petani mengalami kerugian jutaan rupiah lantaran pohon cabai yang dirusak itu tidak bisa panen lagi.

Kasus perusakan pohon cabai dan pencurian cabai itu diketahui pemiliknya, Warsono, 48, seorang perangkat Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, pada pukul 06.00 WIB.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Warsono yang tinggal di Dukuh Sentulan RT 002, Kalimacan, itu kaget saat mendapati kebun cabainya yang terletak di sebelah utara Dukuh Siboto RT 011, Kalimacan, berantakan. Dia mengatakan tidak sekadar cabainya diambil tetapi ratusan pohon cabai batangnya dipatahkan semua.

“Kejadiannya semalam karena telihat daun cabai dari batang yang dipatah-patah itu masih segar. Batangnya dipatahkan dan cabainya di-pluruti [dipetik dengan cepat]. Kalau cabai yang dicuri itu kalau satu karung ada. Diperkirakan bibitnya bisa sampai 60-70 kg. Saya sudah laporan ke Bhabinkamtibmas dan rencananya mau melihat kondisi kebun cabai saya,” ujarnya kepada Solopos.com, Sabtu pagi.

Warsono menerangkan luas kebun cabainya sekitar 1.500 meter persegi. Lahan itu ditanami cabai jenis tampar sebanyak 2.700 batang pohon dan 1.000 batang pohon cabai merah besar.

Baca juga: Buka Whatsapp Center, Polres Sragen Kebanjiran Aduan, Ini Nomornya

Warsono sudah panen kali keempat dengan hasil rata-rata per panen 70 kg. Warsono menjual cabai tampar itu senilai Rp50.000/kg di tingkat petani dan cabai merah besar Rp40.000/kg di tingkat petani. Panen cabai pertama hingga keempat itu selisihnya empat hari sekali.

“Cabai itu panennya bisa 12-14 kali yang puncaknya di panen kedelapan. Pohon cabai yang dirusak dan dicuri cabainya sampai 1/3 dari luas lahan. Mungkin karena harga tinggi sehingga ada yang nekat. Pohon yang sudah dipatah-patah itu sudah tidak bisa panen lagi,” ujarnya.

Warsono mengungkapkan tiga pekan yang lalu juga ada petani di Dukuh Sentulan RT 002 dekat rumahnya yang cabainya juga dicuri orang. Dia mengatakan kebun cabai yang dicuri itu berada di sebelah barat Polsek Kalijambe.

Baca juga: Ibu-Ibu di Sragen Diduga Meninggal Tak Wajar, Polisi akan Gali Kuburan

“Pola pencuriannya sama, batangnya juga dipatahkan. Yang dicuri itu kebum milik Pak Indarto dan Pak Suyoto. Dengan pola yang sama kemungkinan pencurinya sama,” jelasnya.

Warsono meminta keadilan dan mendesak kepada aparat kepolisian mengusut pelaku pencurian itu. Untuk antisipasi, Warsono harus berjaga di kebun 24 jam. Dia mengatakan petani sebelah sampai membuat pos penjagaan siang dan malam agar cabainya tidak dicuri lagi.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode