Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ikut Seminar, Guru Swasta Boyolali Curhat Masih Kebingungan Soal IKM

Sebanyak 23 guru kurikulim dari sejumlah sekolah swasta di Boyolali mengikuti seminar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di SMK Karya Nugraha, Sabtu (13/8/2022).
SHARE
Ikut Seminar, Guru Swasta Boyolali Curhat Masih Kebingungan Soal IKM
SOLOPOS.COM - Narasumber, Arif Ediyanto memaparkan materi soal IKM di SMK Karya Nugraha Boyolali, Sabtu (13/8/2022). (Solopos/Nova Malinda)

Solopos.com, BOYOLALI — Sebanyak 23 guru kurikulim dari sejumlah sekolah swasta di Boyolali mengikuti seminar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di SMK Karya Nugraha, Sabtu (13/8/2022).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta di Boyolali, Sarbiyanto menjelaskan, seminar tersebut memberikan pemahaman lebih jelas kepada guru yang belum sepenuhnya menguasai soal IKM.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

“Narasumbernya itu salah satu tim penyusun IKM, sehingga diharapkan poin yang disampaikan bisa komprehensif,” ucap dia saat ditemui solopos.com, Sabtu (13/8/2022).

Menurut Sarbiyanto, masih banyak hal yang belum dikuasai oleh guru-guru soal IKM, antara lain yang paling terbaru, kaitannya dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Para guru masih kebingungan, dan kurang memahami seperti apa penerapan P5.

“Contohnya, ada guru yang langsung mengikutkan P5 dalam pembelajaran, ada guru yang membuat P5 menjadi mata pelajaran sendiri. Trus setelah itu nanti prosesnya bagaimana P5 ini, kalau ikut pembelajaran seperti apa, yang katanya dulu ada project, itu project-nya seperti apa, itu masih ada kebingungan,” ucap dia.

Baca Juga: Duh! Cuaca Boyolali Hujan Lebat Lagi, Tunda Piknik Dulu Hari Ini

Ia mengharapkan dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, guru-guru lebih memahami bagaimana penerapan ideal IKM.

“Secara spesifik mengadirkan tim penyusun nya baru pertama kali ini, sebelumnya kami hanya belajar dan meniru dari sekolah lain yang sudah menerapkan IKM,” ucap dia.

Sarbiyanto menyebutkan, di Boyolali baru empat sekolah yang sudah menerapkan IKM, meliputi SMKN Klego, SMKN Wonosegoro, SMKN Mojosongo, SMK Muhammadiyah 2 Andong.

“Guru SMK Karya Nugraha pernah belajar metode pembelajaran IKM di SMKN Klego, tapi hanya sebagian saja. Kemudian, guru yang belajar ke sana [SMKN Klego] menularkan ke guru-guru lainnya di sini [SMK Karya Nugraha],” ucap pria yang juga Kepala SMK Karya Nugraha ini.

Baca Juga: Petani Tembakau Berburu Lahan Kosong di Pusat Kota Boyolali, Ada Apa?

Salah satu guru bagian kurikulum yang mengikuti seminar, Rumiyati mengatakan IKM menjadi hal yang baru dan pertama kali diterapkan.

“Tahun pertama kami menerapkan IKM, pasti ada kendala pelaksanaannya, ada beberapa hal yang tidak kami pahami. Tetapi sebagian besar tadi sudah mulai terjawab di seminar ini,” ucap dia saat ditemui wartawan, Sabtu.

Sebelumnya ia kurang memahami terkait dengan P5 secara keseluruhan. “Tapi tadi sudah dijelaskan bahwa project P5 itu ada dua, yang pertama project mapel dan kedua project P5. Sebelumnya saya masih bingung, itu project antarmapel atau project P5, jadi malah saya gabungkan. Tapi itu ternyata berbeda, dan cara pengumpulan project itu juga berbeda,” ucap salah satu peserta seminar, Rumiyati dari SMK BK Simo, Sabtu.

Baca Juga: Cocok buat Liburan, 4 Hotel Murah dan Nyaman di Selo Boyolali

Ia mengakui masih membutuhkan seminar-seminar berkelanjutan. “Karena ketika kami melaksanakan, kami menemui kendala, itu bisa kami tanyakan, ke depannya kami tidak tahu seperti apa. Sekarang kami bisa mengonsep, tetapi di lapangan bisa jadi ada kendala,” ucap dia.

Tim penyusun sekaligus narasumber seminar, Arif Ediyanto mengatakan IKM itu step by step, menurutnya IKM masih di tahap awal.

“Yang pertama membuka wawasan dulu dari bapak ibu guru wakil kepala sekolah bidang kurikulum siap melaksanakan kurikulum merdeka. Step yang kedua tentu lebih teknis, implementasi di lapangan baik itu dalam pembelajaran maupun penilaian,” ucap dia seusai mengisi seminar, Sabtu.

Arif yakin IKM bisa dilaksanakan sekolah dengan baik. “Hanya ini memang butuh koordinasi untuk memastikan semuanya bisa berjalan dengan baik. Semuanya bisa disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikannya masing-masing,” ucap dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode