Guru Modis Guru Idola Masa Kini
Solopos.com|kolom

Guru Modis Guru Idola Masa Kini

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 9 Juni 2021. Esai ini karya Astutiati, guru di SDN 1 Brangkal, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Solopos.com, SOLO — Citra guru yang ideal akan terwujud ketika seorang guru sadar dan tanggap dengan perubahan zaman serta pola tindakan keguruannya. Kreativitas sangat penting dalam pembelajaran. Guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan kreativitas tersebut.

Pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah menutup sekolahan sejak Maret 2020. Tantangan dunia pendidikan pada masa pandemi Covid-19 menjadi fenomena yang menarik. Buktinya seluruh satuan pendidikan mau tidak mau wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Kreativitas, inovasi, dan penguasaan teknologi menjadi keharusan bagi tenaga pendidik atau guru. Guru dituntut memberikan pembelajaran yang menarik, menantang, dan dapat merumuskan pemahaman yang utuh terhadap mata pelajaran yang diampu.

Tugas guru tidak hanya mengajar, akan tetapi membimbing, melatih, dan mendidik. Oleh sebab itulah, guru harus mempunyai kompetensi yang mumpuni, baik kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian.

Guru harus mampu mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), mampu memadukan aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif peserta didik. Peran guru menjadi role model bagi peserta didik akan dapat tercapai secara maksimal sebab guru merupakan sosok yang wajib digugu lan ditiru.

Sungguh berat beban seorang guru saat ini. Peningkatan kualifikasi dan sertifikasi tidaklah cukup, apalagi pengaruh budaya asing masuk tanpa batas. Pergaulan peserta didik di luar satuan pendidikan atau diluart sekolahan sulit dikontrol.

Pengaruh teknologi smartphone yang sangat akrab dan digandrungi generasi milenial menjadi tantangan berat bagi guru. Terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Tantangan guru dalam mengelola pembelajaran sangat berat. Diperlukan kreativitas dan inovasi agar dapat mewujudkan pembelajaran yang bermakna.

Pembelajaran yang biasanya dengan tatap muka, secara langsung di kelas, sekarang guru dituntut menggunakan teknologi. Mau tidak mau, suka tidak suka, guru wajib menguasai alat pendukung pembelajaran.

Oleh sebab itulah, untuk menjawab tantangan kekinian sekaligus tuntutan mas ademin diperlukan sosok guru yang modis, yaitu singkatan dari moderat, inovatif, dan inspiratif.

Dalam konteks pendidikan Indonesia, guru moderat merupakan guru yang mampu memberikan pemahaman tidak tunggal dan tidak bersifat doktriner. Guru yang demikian tidak mudah menganggap pandangan pihak lain menyimpang.

Apabila guru tuntas dalam memahami konsep moderasi beragama, tidak mustahil peserta didik akan memiliki pemahaman yang luas  terkait toleransi dan memahami bahwa perbedaan adalah rahmat. Untuk menjadi seorang yang moderat harus mempunyai pemahaman yang luas atau cerdas.

Hampir 14 bulan lamanya pandemi Covid-19 melanda Indonesia sehingga aktivitas pembelajaran di kelas konvensional dialihkan ke kelas virtual. Kondisi ini tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kondisi ini harus dihadapi oleh tenaga pendidik.

Sumber Belajar

Keluhan mengemuka di perkotaan maupun perkampungan. Infrastruktur jaringan Internet belum merata dan tidak semua orang tua siswa memiliki smartphone yang menjadi perangkat utama pembelajaran jarak jauh.

Kendala lain adalah penguasaan teknologi oleh guru maupun peserta didik yang tak merata. Kondisi tersebut menuntut para guru berinovasi agar target pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Inovasi yang dilakukan antara lain melalui belajar cepat dalam membuat video pembelajaran yang menarik.

Guru harus menguasai aplikasi pembelajaran yang telah tersedia dan sebagian guru juga menyelenggarakan kunjungan ke rumah tempat tinggal siswa atau home visit. Begitu besar kepedulian guru untuk memastikan target pembelajaran tercapai.

Guru merupakan sosok yang diteladani dari sisi perkataan, perilaku, dan nasihat yang diberikan kepada peserta didik. Guru menjadi role model dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Guru dituntut dapat menemukan bakat dan minat peserta didik kemudian diberdayakan agar mereka menjadi sukses pada masa depan.

Guru inspiratif akan terus berupaya agar semua peserta didik menemukan jati diri mereka, bersemangat menyongsong masa depan, dan giat belajar untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Doa dan harapan guru terus dipanjatkan agar kelak peserta didik dapat sukses dalam kehidupan.

Pada pandemi Covid-19 seperti sekarang kehadiran sosok guru moderat, inovatif, dan inspiratif (modis) sangat dirindukan oleh peserta didik. Keterpaduan antara kecerdasan dan keragaman inovasi dalam pembelajaran menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan peserta didik. Hal demikian menjadi tolok ukur keberhasilan dalam pembelajaran.

Adapun untuk meningkatkan kualitas guru pada masa pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menetapkan standardisasi dengan mengeluarkan sistem pengembangan keprofesian bagi guru.

Sistem pengembangan keprofesian ini dikenal dengan nama Sistem Informasi Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau SIM PKB. Pengembangan keprofesian ini diharapkan membantu meningkatkan kompetensi guru yang selalu selaras dengan tuntutan perkembangan zaman.

Seluruh guru di bawah naungan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi wajib mengikuti sistem kompetensi ini supaya tercipta mutu pendidikan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Sejalan gruu harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), konsep pusat sumber belajar mengalami perubahan yang sangat signifikan.

Sumber belajar berbasis TIK sangat memperkaya sumber belajar yang selama ini tersedia di sekolah. Sumber belajar digital yang tersedia di dunia maya atau Internet sangat kaya. Dengan demikian konsep pusat sumber belajar juga berubah dari sumber belajar fisik menuju sumber belajar virtual atau digital.

Sumber belajar digital saat ini hampir tidak ada batasnya dalam konsep ruang maupun waktu sehingga siswa dapat belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja, dan dapat mencari sumber belajar apa saja. Keadaan seperti ini tentu saja selain menjadi peluang bagi para guru juga sekaligis mendapat tantangan untuk terus melakukan berinovasi dalam pembelajaran.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago