Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Guru Besar UNS: Startup Pertanian Butuh Intervensi Pemerintah

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Eddy Tri Haryanto, yang juga Manager Inkubator Bisnis PPKwu LPPM UNS, menyampaikan usaha sektor pangan selalu menyimpan potensi besar.
SHARE
Guru Besar UNS: Startup Pertanian Butuh Intervensi Pemerintah
SOLOPOS.COM - Ilustrasi lahan pertanian. (Solopos-Rudi Hartono)

Solopos.com, SOLO— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pertumbuhan startup di bidang pertanian. Namun untuk mewujudkan hal itu, sebagian kalangan menilai perlunya campur tangan pemerintah terutama dalam hal kebijakan.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Eddy Tri Haryanto, yang juga Manager Inkubator Bisnis PPKwu LPPM UNS, menyampaikan usaha sektor pangan selalu menyimpan potensi besar.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

“Kalau bicara potensi bisa dilihat kasat mata. Pangan adalah kebutuhan pokok. Kemudian negeri kita ini sudah dikenal negara agraris, tapi kenapa anak mudanya tidak mau bergerak di bidang pertanian? Sebab dinilai kurang menjanjikan,” kata dia saat dihubungi, Selasa (27/9/2022).

Menurutnya harus ada intervensi dari pemegang kebijakan dalam hal ini pemerintah. “Ketika Presiden telah membuat pernyataan seperti itu mestinya menteri-menteri yang terkait betul-betul membuat gerakan tentang startup di bidang pertanian itu,” lanjut dia.

Baca Juga: KTNA Sragen Sesalkan Lemahnya Perhatian Pemerintah untuk Petani

Menurut Eddy, persoalan di Indonesia mengenai pertanian adalah pasar. “Kita selalu kalah bersaing dengan produk-produk impor. Bagaimana kebijakan [harus ada] untuk mengerem impor itu dan menumbuhkan produk-produk dalam negeri untuk bisa disenangi oleh masyarakat kita,” kata dia.

Dia juga mencontohkan dimana saat ini di pusat perbelanjaan modern atau mal-mal besar, banyak ditemukan produk kuliner dari Korea atau Jepang dibandingkan kuliner lokal.

“Ini juga yang membuat kami prihatin. Bagaimana kuliner kita? Mungkin cari soto Betawi saja harus ke pojok-pojok. Hal-hal seperti ini kan juga harus ditumbuhkan baik dari sisi kultur maupun kebijakan,” jelas dia. Eddy menegaskan, saat ini kebijakan-kebijakan untuk mendorong kemandirian sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Peringati Hari Tani, Massa Buruh Petani dan Nelayan Aksi di Depan Gedung DPR

Selain dari sisi kebijakan, hal lain yang menurutnya perlu didorong adalah sisi implementasi di lapangan. Diperlukan program-program yang masif tentang pengembangan startup bidang pertanian. “Misalnya melalui inkubator bisnis di berbagai perguruan tinggi. Kemudian technopark. Dulu Presiden berencana mendirikan 100 STP [technopark] di negeri ini. Itu adalah tempat untuk menumbuhkembangkan startup,” jelas dia.

Pengembangan startup di bidang pertanian tidak mudah jika hanya mengandalkan peran masyarakat. Perlu adanya intervensi pemerintah, mulai dari pelatihan, penyertaan modal dan sebagainya. “Kalau hanya masyarakat sendiri yang berupaya mungkin tidak begitu masif,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode