Gurihnya Bisnis Budidaya Bandeng di Jepara, Bisa Raup Rp123 Juta

Budidaya bandeng di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memiliki prospek yang menggiurkan.
SHARE
Gurihnya Bisnis Budidaya Bandeng di Jepara, Bisa Raup Rp123 Juta
SOLOPOS.COM - Hasil perikanan ikan bandeng di Jawa Tengah (Sumber: Antaranews.com)

Solopos.com, JEPARA — Bisnis budidaya bandeng di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memiliki prospek yang menjanjikan. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jawa Tengah mengatakan produk ini bisa menjadi unggulan baru di Jepara.

“Hal itu, bisa dilihat dari hasil panen perdana ikan bandeng di Desa Ujung Watu, Kecamatan Donorojo, Jepara pada tanggal 5 Januari 2022, sehingga upaya pengembangan klaster bandeng di Jepara menunjukkan kesuksesan,” kata Plt BBPBAP Jepara, Moh Arifin, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (17/1/2022).

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

BBPBAP Jepara akan terus mendorong upaya pemberdayaan ekonomi ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait. Hal ini sangat penting agar siklus bisnis yang dibangun berjalan efisien.

Baca juga: Derita Petambak Bandeng di Pantura Jateng: Produksi Turun, Pasar Tak Pasti, Tapi Harga Pakan Tinggi

Konsep budidaya bandeng Jepara ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain untuk mengembangkan perekonomian lokal. Sebelumnya klaster budidaya ini telah menunjukkan kajian komprehensif baik dari aspek teknis, sosial kelembangaan serta ekonomi, dan menghasilkan peta jalan yang menjadi acuan bersama.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Sido Maju Jaya, Sakiyanto, mengungkapkan bahwa panen perdana bandeng dilakukan di lahan seluas 5 hektare. Hasilnya sebanyak 14 ton ikan berisi 4-7 ekor per kilogram. Adapun nilainya sekitar Rp61,6 juta selama masa pemeliharaan empat bulan.

Adapun rata-rata pendapatan yang diraup pembudi daya mencapai Rp123 juta per tahun, sedangkan setiap tahun terdapat dua siklus pemeliharaan.

“Saya nilai cukup memuaskan, karena target produktivitas tercapai dan meningkat hampir 300 persen, dari awal sebelum intervensi program sebanyak 500 kg per hektare, menjadi 2.800 kg per hektare. Teknologi yang dikenalkan BBPBAP Jepara terbukti efisien, dengan rata rata konversi pakan (FCR) 1,13. Ini awal yang menggembirakan, terlebih permintaan bandeng mulai terbuka lagi paska puncak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca juga: Bandeng Presto Bu Rita Boyolali, Pemasarannya Sudah ke Mancanegara

Prospek budidaya bandeng ini diharapkan mendongkrak perekonomian masyarakat Jepara. Apalagi dalam waktu dekat akan dibangun rumah produksi karena bandeng memiliki varian olahan yang banyak. Dengan semikian bandeng tidak hanya bisa dijual dalam kondisi segar ke luar daerah. Tetapi juga bisa diolah sendiri, sehingga nilai tambah produk lebih terasa.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP juga berencana menjadikan Desa Ujung Watu sebagai Kampung Bandeng Bumi Kartini. Nantinya, semua proses dari produksi hingga distribusi dilakukan secara terpusat.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago