top ear
Pemandangan Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru. (Antara)
  • SOLOPOS.COM
    Pemandangan Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru. (Antara)

Gunung Semeru Meletus, Lumajang Diguyur Hujan Abu dengan Ketebalan hingga 3 Cm

Gunung Semeru meletus pada Selasa (1/12/2020) dini hari dan mengakibatkan hujan abu vulkanik yang melanda wilayah Lumajang.
Diterbitkan Selasa, 1/12/2020 - 13:06 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
3 menit baca

Solopos.com, LUMAJANG -- Gunung Semeru di Jawa Timur meletus Selasa (1/12/2020) dini hari tadi sekitar pukul 03.10 WIB. Hujan abu menyelimuti permukiman warga di kaki gunung tertinggi di Jawa tersebut. Wilayah yang paling parah terkena hujan abu adalah Lumajang.

Luncuran awan panas diperkirakan mencapai 3.000 meter. Hal ini diketahui pukul 03.10 WIB. "Iya benar, Gunung Semeru meletus jam 03.10 WIB," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat dihubungi detikcom.

Sebelumnya, Minggu (30/11/2020) gunung berketinggian 3676 mdpl itu menyemburkan awan panas. Semburan awan panas tersebut meluncur hingga 1 kilometer dari puncak. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.10 WIB. Luncuran Awan panas tersebut mengarah ke wilayah curah kobokan.

Meski begitu, luncuran awan panas tersebut masih jauh dari permukiman warga. Selain awan panas, Gunung Semeru juga mengalami guguran lava sebanyak 13 kali, dengan jarak luncur sejauh 300-1.500 meter. Jalur pendakian pun ditutup.

Bupati Thoriqul Haq mengatakan abu vulkanik mengarah ke timur-tenggara. Yakni di daerah Candi Puro Lumajang. "Terdampak angin yang mengarah ke masyarakat terkait dengan abu vulkaniknya. Angin mengarah ke timur tenggara daerah Candi Puro," kata Thoriq, Selasa (1/12/2020).

Abu vulkanik

Thoriq mengatakan hujan debu ini juga menutupi atap warga hingga ketebalannya mencapai 3 cm. Warga pun akhirnya memilih untuk mengungsi. "Bahkan tadi disampaikan warga sampai 3 cm rumahnya ketebalan debu vulkaniknya," imbuhnya.

Hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Semeru melanda permukiman di Lumajang. (detik.com)

Kenapa Gunung Merapi, Semeru, dan Lewotolok Aktif Secara Bersamaan, Ini Kata PVMBG

Warga yang mengungsi ini, lanjut Thoriq, dari empat desa di dua kecamatan. Yakni Desa Supiturang, Desa Oro-oro Ombo dan Desa Rowobaung di Kecamatan Pronojiwo, kemudian Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipurodari. Mereka mengungsi sekitar pukul 03.00 dini hari.

"Jam 3 pagi sudah ada di pos pantau dan beberapa tempat yang hari ini kita dirikan di lapangan sekaligus peralatan lengkapnya termasuk kondisi persiapan makanan," pungkasnya.

Abu vulkanik Gunung Semeru tampak menempel di rumah warga, kendaraan dan tanaman.

Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar hingga 1 Km

Selain diguyur hujan abu. Material vulkanik berupa pasir dan batu yang masih panas, juga memenuhi kawasan Curah Koboan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Masih Waspada

Meski begitu, status Gunung Semeru masih di level II atau waspada. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius satu kilometer. Kemudian sejauh empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif, yang merupakan jalur luncuran awan panas.

"Sesuai rekomendasi dari pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Semeru tetap tenang dan menjaga kewaspadaan. Serta tidak melakukan aktivitas sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara," ujar Kapolsek Pronojiwo, Iptu Rachmad.

Tak Cuma Merapi, Gunung Semeru Juga Erupsi

Dalam data yang tercatat di pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 1 Desember 2020 pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Semeru mengeluarkan awan panas satu kali. Awan panas satu kali dan guguran delapan kali.

"Dari data PGA Semeru teramati satu kali awan panas guguran serta guguran lava, dengan jarak luncur 1.000-1.500 meter ke arah Curah Koboan," pungkasnya.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini