top ear
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat membuka CJIBF di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Rabu (11/11/2020). (Istimewa-Humas Pemprov Jateng)
  • SOLOPOS.COM
    Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat membuka CJIBF di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Rabu (11/11/2020). (Istimewa-Humas Pemprov Jateng)

Gubernur Jateng Sambut Positif Pemangkasan Libur Akhir Tahun

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bereaksi positif atas keputusan pemerintah memangkas atau mengurangi libur dan cuti bersama akhir tahun 2020.
Diterbitkan Kamis, 3/12/2020 - 00:40 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bereaksi positif keputusan pemerintah yang memangkas atau mengurangi libur dan cuti bersama akhir tahun 2020. Gubernur Jateng yakin kebijakan memangkas libur akhir tahun itu bakal menangkal penularan Covid-19.

Semula, pemerintah berencana memberlakukan libur dan cuti bersama akhir tahun hingga 11 hari, mulai 24 Desember 2020-3 Januari 2021. Namun, pemerintah mengubah keputusan itu dengan hanya memberikan libur pada tanggal 24-25 Desember sebagai libur Natal.

Sedangkan 26-27 Desember 2020 sebagai libur akhir pekan, dan 31 Desember-3 Januari sebagai libur pengganti cuti bersama Idulfitri dan Tahun Baru, serta akhir pekan.

Kasihan, Kakek Basri Diseret di Aspal Gara-Gara Minta Rokok

Sementara itu, untuk tanggal 28-30 Desember yang semula dijadwalkan sebagai libur pengganti cuti bersama Idulfitri ditiadakan. Dengan demikian, pegawai negeri sipil atau PNS tetap masuk kerja.

Menanggapi hal itu, Ganjar pun menilai keputusan pemerintah itu telah seusai dengan aspirasi yang pernah disampaikannya. Semula, Gubernur Ganjar memang sempat mengusulkan agar pemerintah mencabut rencana cuti bersama dan libur panjang akhir tahun.

Covid-19 Melonjak

Hal itu didasari akan adanya lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi saat libur panjang akhir Oktober lalu. “Terima kasih, berarti apa yang coba kita sampaikan direspons dengan baik. Itu cara mencegah agar tidak terjadi kerumunan dan Insyaallah penambahan [kasus Covid-19] akan bisa kita kendalikan,” ujar Ganjar seusai menghadiri acara di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, ibu kota Jateng, Rabu (2/12/2020).

Lebih lanjut, kata Ganjar, saat ini terjadi persebaran Covid-19 yang masih di berbagai daerah, termasuk Jateng. Oleh karenanya, keputusan pengurangan libur akhir tahun dinilai Gubernur Jateng sudah sangat tepat.

Parodi Akting Keluarga Betrand Peto, 4 Bocah Tuai Pujian

“Kita kan bersaing dengan percepatan persebaran hari ini nampaknya luar biasa seluruh dunia. Maka tindakan pemerintah saya kira tepat, dikurangi [libur akhir tahun] lagi lebih bagus lagi,” tegasnnya.

Keputusan pemerintah memangkas libur dan cuti bersama akhir tahun itu disampaikan Menteri Koordinator PMK, Muhadjir Effendy, di Gedung Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2020).

"Intinya kita sesuai arahan putuskan bahwa libur Natal dan Tahun Baru tetap ada," kata Menko PMK Muhadjir Effendy seusai menggelar rapat dengan sejumlah menteri.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini