Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Akui Sulit Terapkan Pembatasan 20 Menit Makan di Tempat

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui sulit untuk menerapkan pembatasan waktu makan di tempat selama 20 menit selama PPKM level.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Akui Sulit Terapkan Pembatasan 20 Menit Makan di Tempat

Solopos.com, KARANGANYAR — Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengakui aturan pembatasan waktu makan di tempat atau dine-in maksimal 20 menit di restoran dan warung makan selama penerapan PPKM Level 4 sulit diterapkan.

Ganjar pun berharap masing-masing kepala daerah diizinkan mengatur skema aturan makan di tempat sesuai kondisi masyarakat. Ia mengatakan aturan 20 menit makan di warung atau restoran sangat sulit diterapkan.

Menurutnya, akan ada banyak kendala di lapangan terkait kebijakan tersebut. Salah satunya penafsiran dimulainya durasi makan 20 menit itu yakni dihitung dari kedatangan pengunjung atau saat sajian sudah di meja makan.

Baca Juga: Nasib SD Negeri Bermurid Minim di Karanganyar di Ambang Regrouping

“Terus terang saja, aturannya itu sulit untuk diterapkan. Contohnya, ada pelanggan memesan banyak menu dan harus dimasak dadakan dengan waktu yang tidak sebentar. Waktunya 20 menit, masaknya 15 menit dan ketika piring sampai ke meja waktunya sisa 5 menit. Terlalu cepat waktunya,” bebernya kepada wartawan di Karanganyar, Selasa (27/7/2021).

Ganjar mengharapkan kepala daerah diberi kewenangan untuk mengatur pembatasan makan di tempat selama PPKM Level. Ia pun mengaku sudah memiliki skema untuk solusi yang lebih baik dibandingkan aturan makan di tempat hanya 20 menit.

Uji Coba

Meski demikian, Ganjar mengaku akan tetap menguji coba penerapan aturan makan di tempat maksimal 20 menit di seluruh Jateng. “Sebenarnya pikiran saya sudah ada skema. Kalau ada warung yang ruangannya tertutup kursinya disisakan sebagian saja. Nanti sistemnya reservasi dan lainnya harus take away. Jadi tidak usah ada durasi,” imbuhnya.

Baca Juga: Lupa Matikan Kompor Picu Kebakaran Dapur Rumah di Mojogedang Karanganyar

Untuk warung lesehan, Ganjar memiliki gagasan mereka bisa dibentuk di tanah lapang dengan Pemkab/Pemkot mengatur layout penjual dan tempat makan dengan jarak yang sesuai agar tidak berkerumun. Saat pelanggan sudah selesai makan mereka bisa langsung pulang. “Pikiran saya kalau diizinkan seperti itu nanti metodenya,” ujarnya.

Salah satu pemilik kedai kopi di Karanganyar, Ryan Wilis, juga mengatakan pembatasan waktu 20 menit untuk makan di tempat sulit diterapkan. Sebagai pemilik kedai kopi, menurutnya pelayanan kepada pengunjung menjadi salah satu hal yang penting dilakukan.

Tidak memungkinkan untuk mengusir pelanggan dan mengawasi untuk menerapkan aturan tersebut. “Tidak mungkin kami tega untuk mengusir pelanggan karena waktunya sudah 20 menit. Aturan ini susah diterapkan. Apalagi untuk mengawasi kami juga kesulitan karena tidak memungkinkan memantau setiap pelanggan itu sudah berapa menit di kedai kami,” jelasnya.

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago