Granat Nanas di Dekat Stasiun Solo Balapan Sempat Dikira Mainan

Granat nanas yang ditemukan pekerja proyek PT KAI di dekat Stasiun Solo Balapan, Minggu (26/9/2021), sempat dikira mainan.
Granat Nanas di Dekat Stasiun Solo Balapan Sempat Dikira Mainan
SOLOPOS.COM - Polisi mengamankan lokasi penemuan granat nanas di dekat Stasiun Solo Balapan, Senin (27/9/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Granat nanas yang ditemukan pekerja proyek PT Kereta Api Indonesia (KAI) bernama Dandung Joko Triyono, 43, di pinggir rel KA Kampung Srambatan, Kelurahan Punggawan, Banjarsari, Solo, Minggu (26/9/2021), sempat dikira mainan.

Lokasi penemuan granat berada di area proyek PT KAI antara perlintasan sebidang Pasar Nongko dengan Stasiun Solo Balapan. Granat yang diduga masih aktif itu semula tertimbun tanah, hanya sebagian yang terlihat.

Saat diwawancarai wartawan, Senin (27/9/2021), Dandung menuturkan penemuan granat  terjadi pada Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu ia sedang beristirahat dan membeli es teh di warung.

Baca Juga: Mau Petik Jambu, Pekerja Proyek Malah Temukan Granat Nanas di Solo

granat nanas solo
Personel Brimob mengevauasi granat nanas yang ditemukan pekerja proyek PT KAI di dekat Stasiun Solo Balapan, Senin (27/9/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

“Saya sedang istirahat, mau beli es, lewat situ mau petik jambu. Sambil lihat di sekitar [granat] kelihatan dikit, posisinya nungging. Terlihat sekitar satu sentimeter. lalu saya buka. Enggak tahunya barang itu,” ujar Dandung.

Mengetahui barang tersebut adalah granat, ia sontak kaget dan menaruh kembali benda itu. Esok harinya benda itu dipindahkan teman Dandung ke rel kereta api yang sudah tak berfungsi. “Mindahnya ya dengan dipegang,” katanya.

Diledakkan

Setelah itu Dandung melaporkan penemuan granat nanas itu kepada pimpinannya yang dilanjutkan pelaporan ke Polsek Banjarsari, Solo. Tak lama kemudian tim kepolisian datang ke lokasi dan melakukan pengamanan area sekitar.

Baca Juga: Seru, Universitas Duta Bangsa Solo Gelar Outbound Dosen dan Tendik

“Awalnya saya kira mainan, kan terlihat sedikit pas masih tertimbun tanah dan pasir bekas galian proyek. Lah pas saya ambil ternyata granat. Ya saya taruh lagi, takut lah. Pagi tadi saya baru lapor K3 saya [pimpinan],” urainya.

Dandung tidak bisa memastikan apakah masih ada granat lain di lokasi tersebut. Pantauan Solopos.com, petugas Polsek Banjarsari, Solo, dan PT KAI sempat menunggu kedatangan Tim Brimob untuk mengevakuasi granat nanas tersebut.

Di sekitar tempat granat dipasangi tali pembatas. Tujuannya agar tidak ada warga yang beraktivitas di dekat granat tersebut.

Baca Juga: Anggota DPR: Kurang Anggaran Bikin Digitalisasi Buku Solo Tak Maksimal

Selain itu petugas keamanan berjaga di sekitar lokasi. Hingga sekitar pukul 12.10 WIB Tim Brimob datang untuk mengevakuasi granat nanas temuan itu.

Dari koordinasi yang dilakukan Tim Brimob dengan Kapolsek Banjarsari, Kompol Djoko Satrio, granat itu dievakuasi untuk diledakkan di area Jl Ring Road Mojosongo. Tempat tersebut dipilih lantaran jauh dari permukiman.

Kompol Djoko Satrio, saat hendak dimintai keterangan awak media di lokasi kejadian enggan memberikan penjelasan.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago