Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Grab Coba Yakinkan Investor Setelah Kerugian Saham Lebih dari 70%

Grab yang dianggap sebagai salah satu perusahaan transportasi paling maju di Asia Tenggara beberapa tahun ke belakang mengalami kejatuhan saham lebih dari 70%.
SHARE
Grab Coba Yakinkan Investor Setelah Kerugian Saham Lebih dari 70%
SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. (Bisnis-Reuters-Beawiharta)

Solopos.com, JAKARTAGrab yang dianggap sebagai salah satu perusahaan transportasi paling maju di Asia Tenggara beberapa tahun ke belakang mengalami kejatuhan saham lebih dari 70%. Sebab, perusahaan mengalami kerugian dan pasar saham memburuk karena usaha teknologi yang tidak menguntungkan.

Dilansir Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) dari Bloomberg, Selasa (27/9/2022), Grab menganggap SoftBank Jepang dan Uber Technologies Inc sebagai dua pemegang saham terbesar, go public dengan bergabung bersama SPAC Altimeter Capital Management dalam kesepakatan senilai $40 miliar. Namun, kapitalisasi pasar Grab telah turun menjadi $10,8 miliar pada penutupan terakhir.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Perusahaan mulai fokus pada bisnis ride-hailing dan bersaing secara efektif melawan kompetitornya, Uber. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu akhirnya menjual Grab bisnisnya di Asia Tenggara dengan imbalan saham saingannya di Singapura. Grab kemudian meluncurkan kampanye ambisius dan mahal untuk berekspansi ke bisnis yang berdekatan, termasuk pengiriman makanan dan keuangan.

Baca Juga AirAsia Ride Segera Mengaspal di Indonesia

Kampanye ini juga menambahkan layanan mulai dari pemesanan hotel, layanan kesehatan, hadiah dan pengalaman hiburan ke aplikasinya. Visi Tan untuk menciptakan apa yang disebut superapp untuk Asia Tenggara adalah agresif, tetapi menyebabkan kerugian besar. Grab kehilangan $3,4 miliar pada tahun 2021 dan telah menumpuk kerugian hampir $1 miliar dalam dua kuartal pertama tahun ini.

Chief Operating Officer Alex Hungate mengungkapkan Grab sekarang memiliki strategi yang lebih pasti, menguraikan upaya untuk memperkuat perusahaan Platform on-demand terbesar dan paling efisien di Asia Tenggara yang memungkinkan perdagangan dan mobilitas lokal. “Ini mendefinisikan strategi kami dengan cara yang lebih fokus daripada yang pernah kami definisikan sebelumnya,” jelasnya.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Grab Mencoba Meyakinkan Investor Setelah Kerugian Saham Lebih dari 70 Persen



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode