GPDRR Terapkan Protokol Kesehatan Aman Covid-19

Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.
SHARE
GPDRR Terapkan Protokol Kesehatan Aman Covid-19
SOLOPOS.COM - Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Nusa Dua, Bali, menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. (Istimewa)

Solopos.com, BADUNG-Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Prosedur ini sesuai dengan standar prokes yang telah dibahas, disepakati, dan diakui bersama oleh seluruh pihak UN.

“Untuk memastikan seluruh peserta GPDRR aman dari Covid-19, prosedurnya semua orang yang mengakses ke tempat penyelenggaraan GPDRR wajib mengikuti skrining melalui tes swab antigen dan PCR. Panitia telah menyusun mekanisme untuk mempermudah registrasi hingga proses pengetesan sehingga pengecekan dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Solopos.com, Selasa (24/5/2022).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terdiri dari perwakilan Pemerintah Indonesia dan PBB (UNDRR) menetapkan prosedur protokol kesehatan aman Covid-19 terhadap semua pihak yang berada di lokasi GPDRR. Satgas merekomendasikan beberapa langkah untuk upaya pencegahan penularan Covid-19 selama penyelenggaraan pada 23–28 Mei 2022.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Baca Juga: Pelonggaran Prokes, Ini Aturan Terbaru Perjalanan dengan Pesawat

Wiku menjelaskan ketentuan skrining PCR dengan hasil negatif diberlakukan pada 25 dan 27 Mei, saat pembukaan dan penutupan GPDRR di BNDCC. Selain skrining PCR, diberlakukan juga skrining suhu yang disertai dengan pemeriksaan antigen bagi peserta dengan suhu di atas 37,5 derajat Celcius dan belum mendapatkan vaksin lengkap.

Kedatangan peserta Internasional ke Bali pun akan melalui proses skrining terlebih dahulu di Bandara Ngurah Rai International Airport seperti kelengkapan data imigrasi seperti visa dan sertifikat vaksin. Kemudian saat acara, Panitia Nasional menyiapkan lokasi skrining tes swab antigen dan PCR di Bali International Convention Center (BICC) dan 17 hotel yang direkomendasikan. Hasil tes swab antigen memerlukan waktu 15 menit dan PCR minimal 6 jam.

Baca Juga: Belanja Penanganan Covid-19 Turun Signifikan, Ini Penjelasan Menkeu

Berdasarkan pantauan, prokes yang dilakukan sudah mengikuti peraturan Inmendagri Nomor 26 terbaru tentang PPKM Levelling dimana Provinsi Bali berada di Level 2.

Rekomendasi prokes pada tempat penyelenggaraan yaitu penyemprotan disinfektan pada seluruh ruang dilakukan dua hari sekali. Penyemprotan berlangsung pada pagi sebelum acara dan pada sore setelah kegiatan berakhir. Penyemprotan juga dilakukan pada saat jeda sesi pada ruang yang digunakan.

Ketika penyemprotan, pintu akan dibuka sementara waktu untuk memastikan adanya sirkulasi udara. Petugas akan melakukannya pada peralatan atau permukaan yang sering disentuh peserta, seperti handel pintu, mikrofon dan meja. Penggantian sarung mikrofon akan diganti pada setiap sesinya.

Baca Juga: Apakah Tes Covid-19 Masih Diperlukan untuk Kurangi Penularan Kasus?

Penerapan prokes lain seperti pemakaian masker 3 lapis, baik masker kain atau medis, yang menutup hidung, mulut dan dagu. Wiku juga meminta penggantian masker secara periodik dan membuang masker bekas ke tempat sampah.

“Menghindari kerumunan serta melakukan pemanfaatan ruang dengan memuat 75 persen dari kapasitas,” tambahnya.

Wiku juga mengingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun cuci tangan atau hand-sanitizer, khususnya setelah menyentuh peralatan atau fasilitas lain.

Baca Juga: Jenazah Eks Jubir Satgas Covid-19 Achmad Yurianto Dimakamkan di Batu

Ia berharap selain berhasilnya penerapan protokol kesehatan di acara ini GPDRR dapat tetap mencapai tujuan utamanya yaitu menjadi wadah saling berbagi pembelajaran bencana dan risikonya antar berbagai negara di dunia, termasuk ancaman bencana nonalam, seperti Covid-19.

Perhelatan internasional GPDRR ke-7 akan dihadiri 2700 delegasi dari 182 negara dan tambahan 2.300 staf lokal yang hadir secara langsung di Nusa Dua, Bali, dengan menerapkan prokes ketat.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago