GKR Hayu, Putri Keraton Jogja yang Dibilang Kampungan di Jakarta

Putri Keraton Yogyakarta Hadningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, mengaku pernah dibilang kampungan saat dirinya berada di Jakarta.
GKR Hayu, Putri Keraton Jogja yang Dibilang Kampungan di Jakarta
SOLOPOS.COM - GKR Hayu. (Twitter)

Solopos.com, SOLO — Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu yang merupakan putri dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat kembali viral lewat kicauannya di Twitter pada 2018 silam. Pada kicauan itu, sang putri mengaku pernah dibilang kampungan karena mengucapkan terima kasih kepada satpam saat ia berada di Jakarta.

Nyebrang dr Plaza Senayan ke Senayan City ngucapin ‘makasih pak’ sama tiap satpam yg nyebrangin. Diketawain gerombolan di belakang. Bisik2 ngatain kampungan,” tulis putri Keraton Yogyakarta itu pada 30 Juni 2018 di akun Twitternya, @GKRHayu.

Kicauan itu kembali viral setelah dibagikan kembali oleh pengguna akun Twitter @txtdrkaumbengek, Minggu (4/7/2021). “Anj*r mereka gatau aja Kak Hayu ini siapa,” kicau @txtdrkaumbengek.

Baca Juga: Tak Percaya Covid-19, Bupati Banjarnegara Tiru Cara Singapura

Ya, mungkin tak banyak orang mengenal sosok GKR Hayu. Ia merupakan putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Sang putri memiliki nama lahir Gusti Kanjeng Radeng Ajeng (GRAj) Nurabra Juwita.

Putri yang memiliki panggilan Abra pada masa kecilnya itu lahir di Jogja, 24 Desember 1983. Meski lahir di lingkungan keraton, ia tak melulu dikurung di Jogja. Ia menempuh masa SMP di Australia, SMA di Singapura, dan kuliah di Amerika Serikat (AS) serta Inggris.

GKR Hayu Mahir IT

Dikutip dari laman resmi milik Keraton Yogyakarta Hadiningrat, Kratonjogja.id, putri keempat Sultan Jogja itu mahir di bidang tekonologi dan informasi. Pada 2012, ia didapuk sebagai pemimpin divisi IT dan dokumentasi di keraton yang berjuluk Tepas Tandha Yekti.

Baca Juga: Toyota Crown Edisi Terbatas, Begini Keistimewaannya

Divisi ini bertugas mendokumentasikan seluruh kekayaan budaya keraton agar terus lestari, dapat dinikmati dan dipelajari melalui jalur-jalur yang lebih bisa diterima oleh generasi muda.

Tugas pertama dari divisi ini adalah menyiarkan secara langsung prosesi Dhaup Ageng GKR Hayu dengan KPH Notonegoro pada Oktober 2013 lalu. Informasi terkait upacara pernikahan agung tersebut tersaji apik melalui website dan media sosial yang dapat diakses dari seluruh penjuru dunia.

Sang putri berkomitmen membangun Keraton Yogyakarta Hadiningrat dengan memantapkan visi Menjaga Tradisi dengan Teknologi.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago