SOLOPOS.COM - Ilustrasi persebaran virus corona pemicu Covid-19 di udara. (Bisnis)

Solopos.com, KARANGANYAR — Setelah pabrik sepatu, kini giliran pabrik garmen di Kecamatan Jaten, Karanganyar, yang menjadi klaster penularan Covid-19. Sebanyak 150 karyawan pabrik tersebut terkonfirmasi positif corona.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Karanganyar menutup sementara pabrik garmen di Desa/Kecamatan Jaten itu per Rabu (30/6/2021). Tim selanjutnya melakukan supervisi ke perusahaan pada Rabu mengenai penerapan protokol kesehatan.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Koordinator Lapangan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, menuturkan penutupan sementara pabrik dilakukan sampai pabrik garmen yang menjadi klaster persebaran Covid-19 tersebut bisa memenuhi standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Covid-19 Melonjak, BPBD Karanganyar Banjir Permintaan Semprot Disinfektan

“Hasil [supervisi] perusahaan belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan. Mereka belum menyediakan tempat cuci tangan. Thermogun hanya tiga unit padahal karyawan ada 1.000-an. Lalu hand sanitizer juga belum ada. Untuk sementara kami minta perusahaan ditutup sementara,” kata Yopi saat dihubungi Solopos.com, Rabu (30/6/2021).

Yopi juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar untuk penyemprotan disinfektan atau fogging ke seluruh bagian perusahaan. Menurut Yopi, tim akan kembali ke perusahaan tersebut pada Jumat (2/7/2021).

Kedatangan tim nanti untuk memastikan perusahaan ekspor itu sudah memenuhi standar penerapan protokol kesehatan di perusahaan padat karya. Yopi menjelaskan pabrik garmen yang menjadi klaster persebaran Covid-19 di Jaten, Karanganyar, itu bisa membuka kembali pabrik pada pekan depan.

Baca Juga: PTM Juli 2021 di Karanganyar Belum Pasti, Tunggu Perkembangan Covid-19

130 Karyawan Positif Dipantau Via Grup Whatsapp

“Tetapi dengan catatan sudah dipersiapkan semua yang kurang tadi. Polisi menambahkan agar perusahaan menyiapkan ruang isolasi mandiri untuk karyawan yang sakit. Kami juga kasihan kalau tidak segera operasi. Mereka ini kan menerima pesanan ekspor. Perusahaan bisa rugi kalau terlalu lama tutup,” ungkapnya.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Karanganyar juga meminta perusahaan menata kembali sejumlah fasilitas dalam lingkungan perusahaan. Fasilitas yang dimaksud, seperti ruang ibadah, tempat makan, dan tempat istirahat.

Sementara itu, 150 karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah menjalani isolasi mandiri (isoman). Yopi juga menjelaskan perusahaan melalui dokter yang ditunjuk memantau kondisi kesehatan 150 orang karyawan itu secara daring.

Baca Juga: Pabrik Sepatu Klaster Covid-19 Di Jaten Karanganyar Siap Beroperasi Lagi Mulai Senin

“Jadi ada grup Whatsapp yang isinya 150 karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu. Mereka dipantau kesehatan serta diberi suplemen dan obat,” ungkapnya.

Sebelumnya, pabrik sepatu yang sama-sama berlokasi di Jaten, Karanganyar, juga menjadi klaster persebaran Covid-19 dengan lebih dari 113 karyawan terkonfirmasi positif. Perusahaan sepatu tersebut kembali beroperasi pada Senin (28/6/2021) setelah dinyatakan memenuhi standar penerapan protokol kesehatan oleh tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Karanganyar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya