GIGOLO: Ke Mana Larinya Pengaman?
Solopos.com|lifestyle

GIGOLO: Ke Mana Larinya Pengaman?

Seorang laki-laki masuk ke ruangan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo. Tanpa ragu, dia langsung menuju meja sekretaris. Tak sampai 15 menit, dia keluar ruangan dengan membawa beberapa boks kondom warna merah muda.
Belum sampai lima menit kemudian, laki-laki lainnya masuk. Seperti tamu sebelumnya, dia hanya sebentar di ruang KPA di kompleks Balaikota. Seusai basa-basi sejenak, dia langsung meninggalkan ruangan dengan membawa beberapa boks kondom serta setumpuk lubrikan. Silih berganti tamu datang namun tujuan mereka sama yakni meminta kondom gratis. Ya, para lelaki tersebut bukanlah pekerja seks atau germo melainkan aktivis LSM yang punya kepedulian terhadap penanggulangan HIV/AIDS.
Menunggu giliran mengambil kondom gratis, tiga laki-laki duduk menunggu di ruangan depan. Pembicaraan mereka riuh dengan tawa. “Ke mana ya kondom-kondom ini larinya? Bayangkan setiap tahun ribuan kondom gratis dibagikan tapi penyandang HIV/AIDS terus bertambah. Mau bagaimana lagi meski pekerja seks diberi kondom gratis tapi ternyata jarang dipakai. Mengakunya sih pakai tapi ternyata setelah pelanggan kami tanya ternyata saat berhubungan tak ada yang pakai,” ujar salah seorang di antara mereka.
Temannya menyahut. “Bukan pekerja seksnya yang salah. Harus kita pahami kalau daya tawar mereka rendah terhadap pelanggan. Yang namanya pakai kondom itu tidak nikmat lho bo. Kalau pelanggan tak mau bagaimana. Padahal yang namanya pelanggan itu kan raja. Dengan ketatnya persaingan usaha di antara pekerja seks pastilah lebih penting pelanggan ketimbang keamanan,” ujarnya.
“Lantas kalau kondom tak berguna apa solusinya dong? Larinya kondom-kondom selama ini ke mana?” ujar yang terakhir. Suasana hening lantaran tak ada seorang pun yang memberikan jawaban.
Dengan mempertimbangkan lemahnya posisi pekerja seks, Koordinator Gessang, M Slamet, mengaku tak hanya mendekati pekerja seks namun juga berusaha menjangkau pelanggan. Kepada para pelanggan ini, Gessang mengimbau selalu menggunakan pengaman ketika berhubungan seksual karena hubungan itu rentan terkena HIV/AIDS. Seperti halnya DKK, Gessang juga membagikan kondom serta lubrikan gratis kepada pekerja seks maupun konsumen.
“Untuk pembagian kondom gratis kami memang mendapatkan bantuan dari funding luar negeri. Satu tahunnya mencapai Rp 1 miliar. Bayangkan betapa besarnya,” ujar Slamet.
JIBI/SOLOPOS/Ayu Prawitasari

Close Video
Promo & Events
Baca Juga
View All
Berita Terpopuler
Indeks
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago