Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Gempa Dangkal Guncang Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat

Dua gempa terjadi masing-masing di Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat, Senin (15/8/2022).
SHARE
Gempa Dangkal Guncang Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat
SOLOPOS.COM - Gempa terasa cukup kuat di Kabupaten Pasaman Barat, Senin (15/8/2022) malam, membuat warga berhamburan keluar rumah. (Antara)

Solopos.com, KENDARI — Dua gempa terjadi masing-masing di Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat, Senin (15/8/2022).

Gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer mengguncang wilayah Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan di Sulawesi Tenggara, Senin pukul 18.21 Wita.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Sementara gempa bermagnitudo 4,1 terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat sekitar pukul 19.30 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, dalam keterangan tertulisnya diterima di Kendari, mengatakan gempa bermagnitudo 3,5 terletak pada koordinat 3,99 Lintang Selatan, 122,80 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16.6 km, timur laut Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari, Segmen Tengah di timur laut Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan,” katanya seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Baca Juga: Gempa Dangkal Guncang Kendari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari menyebut guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan.

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, getaran dirasakan nyata dalam rumah terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Meski begitu, dia menyebut, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Baca Juga: Kabar Gunung Merapi, Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1.800 Meter

Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Baca Juga: Ditipu di Mekkah, Barang Dibuang ke Laut, Potret Penipuan Haji Kolonial

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” kata Rudin.

Sementara itu, warga Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, berhamburan keluar rumah akibat goncangan gempa yang terasa kuat pada Senin (15/8/2022) malam yang bermagnitudo 4,1.

Baca Juga: Tiga Kali Gempa Besar dan Tsunami, Bahaya Morfologi Teluk di Pacitan

“Lumayan kuat dan kami berlarian keluar rumah karena khawatir ada bangunan yang runtuh,” kata salah seorang warga Simpang Empat, Ade, 30.

Menurutnya, gempa terjadi dua kali. Gempa pertama lebih kuat dari yang kedua.

Apalagi, dia masih trauma dengan gempa pada 25 Februari 2022 lalu yang membuat banyak korban dan bangunan yang roboh.

Baca Juga: Kabar Gunung Merapi, Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1.800 Meter

“Kita trauma dengan gempa. Makanya ketika ada getaran kuat membuat kami berhamburan keluar rumah,” ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan warga lainnya Andi, 38, yang merasakan getaran gempa yang cukup kuat.

“Saya lari keluar rumah dan tidak ada bangunan yang rusak,” katanya.

Baca Juga: Pulau Jawa Diguncang Gempa Dahsyat 1937, Hancurkan Pabrik Gula

Sementara itu Ketua Markas Palang Merah Indonesia Pasaman Barat Ridawarsa mengatakan hingga pukul 19.30 WIB pihaknya masih terus memantau dampak yang disebabkan oleh gempa itu.

“Hingga saat ini belum ada laporan masuk dampak kerusakan akibat gempa itu. Kita akan terus memantau dan mencari informasi,” katanya.

Dari data BMKG, gempa tersebut terjadi dua kali yakni gempa magnitudo 4.1 pukul 19:02:55 WIB, lokasi 0.22 LU,99.93 BT (5 km Barat Daya Talu-Pasaman Barat-Sumbar), kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga: Waspada Gempa & Tsunami di Pesisir Selatan Jawa

Kemudian magnitudo 3,0 pada pukul 19:08:40 WIB, lokasi 0.23 LU,100.00 BT (2 kilometer Timur Laut Talu -Pasaman Barat-Sumbar), kedalaman 10 kilometer.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode