Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Gemolong Sragen Punya Objek Wisata Air Anyar, Wisatawan Bisa Jualan

Pemdes Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen memiliki objek wisata baru yang dikelola BUMDes. Namanya Sendang Kun Gerit, objek wisata air yang ramah untuk semua kalangan.
SHARE
Gemolong Sragen Punya Objek Wisata Air Anyar, Wisatawan Bisa Jualan
SOLOPOS.COM - Sendang Kun Gerit menjadi objek wisata baru di bawah pengelolaan BUMDes Sumber Rejeki, Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Sragen, Senin (15/8/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen kini memiliki destinasi wisata bernama Sendang Kun Gerit. Objek wisata yang baru dibuka pada 1 Juli 2022 lalu ini ramah bagi semua umur, terutama anak muda.

Objek wisata air ini dibangun dengan dana gotong royong warga sekitar Rp2 miliar dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Rejeki Jatibatur. Di lokasi ini ada pemandian seluas 764 meter persegi berbentuk U. Airnya alami dari mata air di sekitarnya. Dengan pemandangan alam perbukitan yang hijau, pengunjung Sendang Kun Gerit bisa bersantai setelah berenang.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Direktur Sumber Rejeki Jatibatur, Sudiman Totok, mengungkapkan pemandian itu terletak di lembah. Untuk mencapai pemandian itu harus melewati 32 anak tangga lantaran ketinggian tebingnya mencapai tujuh meter.

Ada empat unit gazebo kuno dan delapan unit tenda serta tempat displai produk yang bisa menjadi tempat santai pengunjung. Suasana semakin asri dengan adanya burung kuter dan perkutut yang terdengar anggungannya.

wisata sragen objek wisata sendang kun gerit gemolong
Area tempat istirahat pengunjung objek wisata Sendang Kun Gerit, Gemolong, Sragen. (Solopos.com/Tri Rahayu)

“Kami baru soft opening pada 1 Juli 2022 lalu. Objek wisata ini dikonsep pemandian tradisional tempo dulu dengan arsitektur klasik beserta properti pendukung lainnya, seperti gazebo, rumah limasan, resto yang dikemas dengan tema tempo dulu,” ujad Sudiman saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (15/8/2022).

Baca Juga: Krajan Sragen Gudangnya Fosil, Didesain Jadi Destinasi Wisata Baru

Objek wisata ini didesain dengan menyesuaikan kontur tanah yang berbukit dan posisi pemandian di lembah. Pemandian terbagi menjadi tiga zona dengan kedalaman yang berbeda. Mulai dari zona kedalaman 2 meter, 1,5 meter, 1 meter, dan 50 cm.

Dengan variasi kedalaman kolam ini, siapa saja bisa berenang, dari anak-anak hingga dewasa. Airnya pun mengalir terus meskipun tidak seperti pemandian seperti di Ponggok, Klaten.

Tak Sekadar Tempat Wisata

Sudiman menerangkan pembangunan objek wisata ini baru 30% dari desain total karena masih ada lahan yang belum digarap seluas 1,1 hektare. Lahan itu milik masyarakat.

“Meskipun dikelola BUMDes, permodalannya dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat. Warga iuran dalam bentuk investasi, baik dalam bentuk uang, tenaga, maupun barang. Objek ini tidak sekadar tempat wisata tetapi tempat bergotong-royong,” sambung dia.

Baca Juga: Ini Dia Kuliner yang Bisa Anda Coba Saat ke Gunung Kemukus Sragen

Yang membedakan Sendang Kun Gerit dengan objek wisata lain adalah pengunjung bisa berjualan di lokasi. Sudiman berencana mengembangkan objek wisata ini ke arah timur di lahan 1,1 hektare. Pengelola akan membangun playground, hutan wisata, minizoo, camping ground, dan home stay.

wisata sragen objek wisata sendang kun gerit gemolong
Papan nama objek wisata Sendang Kun Gerit di Gemolongl, Sragen. (Solopos.com/Tri Rahayu)

Pengembangan itu dilakukan secara bertahap sampi mengoptimalkan wahana pemandian yang sudah jadi. Selain itu ada juga taman dan pusat kuliner. Promosi dilakukan melalui media sosial.

Selain itu, pengelola juga menggandeng komunitas masyarakat untuk menggelar kegiatan yang mampu menarik banyak pengunjung.  “Rata-rata pengunjung harian sudah sampai 100 orang. Harga tiketnya Rp5.000. Saat hari libur dan Minggu, pengunjung bisa sampai 500-600 orang,” katanya.

Pengelola menyiapkan free pass atau tiket gratis kepada investor dan masyarakat umum sebanyak 10.000 kupon. Dia memanfaatkan momentum HUT ke-77 RI untuk menyebarkan tiket free pass tersebut sebagai sarana sosialisasi dan promosi.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode