Gelegar Pidato Tuntas Tandai Kelahiran PKR sebagai Partai Wong Cilik

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, mendeklarasikan pembentukan Partai Kedaulatan Rakyat atau PKR di Hotel Adhiwangsa, Solo.
SHARE
Gelegar Pidato Tuntas Tandai Kelahiran PKR sebagai Partai Wong Cilik
SOLOPOS.COM - Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, memberikan pidato politik saat Deklarasi PKR di Adhiwangsa Hotel and Convention Hall, Solo, Kamis (28/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pidato Tuntas Subagyo yang menggelegar menandai kelahiran Partai Kedaulatan Rakyat atau PKR yang embrionya berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Panji-Panji Hati atau Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB), Kamis (28/10/2021). Deklarasi berlangsung di Hotel Adhiwangsa Solo.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKR Sigit Prawoso bersama jajaran pengurus DPP memimpin deklarasi partai politik berlambang burung garuda itu. Setelah deklarasi, dibacakan pakta integritas PKR diikuti pengurus yang hadir di lokasi.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Ada sembilan poin pakta integritas bagi seluruh kader dan anggota PKR. Sedangkan Ketua Umum PKR, Tuntas Subagyo, dalam pidato atau orasi politiknya menyampaikan latar belakang berdirinya PKR serta target ke depan mengikuti Pemilu 2024.

Baca Juga: Daftar 8 Kawasan Kumuh di Kota Solo, Kampungmu Termasuk Lur?

Dengan suara menggelegar warga Dukuh Tempel, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, itu mengatakan partainya lahir dari aspirasi bangsa Indonesia. Ia meyakini PKR bakal menjadi fenomena baru dalam sistem demokrasi di negeri ini.

“PKR akan melahirkan perubahan demokrasi ke arah demokrasi sesungguhnya. Di PKR tidak ada tokoh nasional. Saya selaku Ketua Umum PKR juga bukan siapa-siapa. Siapa pun yang bergabung di PKR tidak ada embel-embel tokoh nasional,” ujarnya.

Memegang Teguh Kedaulatan

Tuntas menjamin PKR akan memegang teguh kedaulatan dan amanat penderitaan rakyat. Seluruh jajaran pengurus dan kader PKR bertekad memperjuangkan hak-hak rakyat, untuk mewujudkan kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Baca Juga: Kasus Diklat Menwa UNS Solo: 26 Saksi Diperiksa Polisi, Ada Tersangka?

“Kita bersama-sama berjuang, mengabdikan diri untuk bangsa dan negara, untuk bisa membuat Indonesia maju, mandiri, bangsa yang bangga dengan dirinya sendiri, menjadi tuan di negeri sendiri. Bukan menjadi budak di negeri sendiri,” tegasnya.

Tuntas menyatakan sudah saatnya bangsa Indonesia bersatu-padu dan bangkit mewujudkan Indonesia yang besar dan jaya. Ia menjelaskan sejauh ini PKR telah berhasil membentuk kepengurusan di 19 wilayah provinsi di Tanah Air.

Setelah deklarasi PKR, menurut Tuntas, seluruh mesin partai akan bekerja maksimal untuk menyelesaikan pembentukan pengurus di 34 provinsi. Mereka juga sedang mengurus pembentukan kepengurusan di kabupaten/kota dan kecamatan.

Baca Juga: Biaya Tak Terduga Rp110 Miliar Kota Solo Baru Terserap Rp60 Miliar

“Alhamdulillah di dalam keputusan bersama dan di dalam pembentukan embrio-embrio di tiap provinsi, partai ini insya Allah, bismillah sampai di akhir tahun ini akan mampu menyelesaikan kepengurusan di 34 wilayah provinsi,” urainya.

Kemandirian Ekonomi

Melihat antusiasme masyarakat di sejumlah daerah, Tuntas merasa bangga dan optimistis mampu menyelesaikan pembentukan kepengurusan di 34 provinsi. Dari antusiasme masyarakat itu dia melihat adanya harapan rakyat akan perubahan.

“Kita yakin akan terwujud impian bersama untuk kebaikan bangsa dan negara Indonesia, kedaulatan rakyat, serta kemandirian ekonomi, yang tidak tergantung kepada luar. Sebuah kemandirian ekonomi yang dibanggakan bangsa ini,” katanya.

Baca Juga: Ada Petisi Bubarkan Menwa UNS Solo, Lebih 13.000 Orang Tanda Tangan

Tuntas menyebut Indonesia adalah bangsa yang besar dengan sejarah yang luar biasa. Sejak zaman kerajaan, bangsa ini sudah diakui kebesaran dan kejayaannya di dunia. Sekarang menjadi tugas dari generasi penerus untuk melanjutkan sejarah itu.

“Yang saya pegang ini bukan tongkat Soekarno. Yang saya pegang adalah tongkat emas yang akan menyatukan Indonesia, menyatukan Nusantara. Kita bersama untuk mewujudkan Indonesia maju, mandiri, menjadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago