Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Gelar Yudisium, Ini Lulusan ke-48 dan ke-49 Doktor Manajemen UKSW

Prodi Doktor Manajemen UKSW saat ini punya 98 mahasiswa yang dibimbing dan menerapkan inovasi penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
SHARE
Gelar Yudisium, Ini Lulusan ke-48 dan ke-49 Doktor Manajemen UKSW
SOLOPOS.COM - Dua lulusan Prodi Doktor Manajemen FEB UKSW saat ujian terbuka, baru-baru ini. (Istimewa)

Solopos.com, SALATIGA — Program Studi (Prodi) Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana atau UKSW Salatiga kembali meluluskan dua mahasiswa, baru-baru ini.

Mereka adalah Miftahurrohman dan Sulartopo yang merupakan lulusan ke-48 dan ke-49 dari prodi yang telah terakreditasi unggul ini.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Dinyatakan lulus melalui acara yudisum yang diselenggarakan di gedung FEB, keduanya yang merupakan tenaga pendidik di Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) Semarang kompak meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.78 dengan predikat cumlaude.

Yudisium yang dipimpin langsung oleh Dekan FEB Roos Kities Andadari, SE.,MBA.,Ph.D., tersebut turut dihadiri oleh promotor dan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono,M.Kom.; Ir. Lieli Suharti.,MM.,Ph.D.; Prof. Apriani Dorkas Rambu A.,SE.,M.Com.,Ph.D.; serta Prof. Ir. Daniel Manongga, M.Sc.,Ph.D.

Judul disertasi Miftahurrohman adalah “Model Keberlanjutan Adopsi E-Commerce Studi pada UKM Kerajinan Ukir di Jepara”. Dalam paparan singkatnya, Miftahurrohman yang dipromotori oleh Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono,M.Kom., dan Ko Promotor Albert Kriestian N.A.N.,SE.,MM.,Ph.D., menyebut bahwa adopsi e-commerce terbukti mampu memberikan keuntungan dan banyak manfaat bagi usaha kecil menengah.

Baca Juga: UKSW Gelar Wisuda Onsite, Rektor Lepas 559 Lulusan

Hal tersebut terjadi karena e-commerce dianggap menciptakan peluang baru untuk mengembangkan bisnis dan mempengaruhi pengembangan strategi pemasaran global yang kompetitif.

Melalui e-commerce pengusaha memiliki kesempatan untuk memperluas pasar dan mampu meningkatkan penjualan produk dan jasa.

Terkait keberlanjutan adopsi e-commerce oleh sejumlah UKM Kerajinan Ukir yang menjadi objek penelitian dijelaskannya dipengaruhi oleh tekanan pesaing serta kepercayaan dalam proses transaksi penjualan mereka.

Sementara itu, Sulartopo mengusung judul “Model Sistem Memori Organisasi dalam Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi”. Pria kelahiran Demak ini dipromotori oleh Prof. Ir. Daniel Manongga, M.Sc.,Ph.D., dan Ko-Promotor Albert Kriestian N.A.N.,SE.,MM.,Ph.D.

Baca Juga: Komitmen Pemenuhan SDGs, UKSW Masuk RankingTimes Higher Education

Sulartopo menyebut implikasi dari penelitian yang dilakukannya yakni memberikan pendekatan yang berbeda dari sisi proses bisnis dan dukungan memori organisasi dalam pelaksanaan Penjaminan Mutu Internal (PMI) untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara terencana dan berkelanjutan serta rekomendasi untuk memperbaiki situasi yang tidak diinginkan.

Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang berusaha menemukan faktor-faktor kurang berhasilnya penerapan PMI, kebaruan pada penelitian ini dikatakannya dapat memberikan alternatif keberhasilan dalam penerapan PMI di perguruan tinggi.

Dengan model proses bisnis PMI menggunakan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP) berbasis memori organisasi.

Menurut Ketua Prodi Doktor Manajemen, Ir. Lieli Suharti, MM.,Ph.D., disertasi keduanya memiliki fokus pada Sistem Informasi Manajemen. Hal ini disampaikannya membuktikan bahwa Prodi Doktor Manajemen memberikan bekal pengetahuan yang tidak hanya ditujukan bagi mereka yang berlatar belakang manajemen tapi juga bagi mereka yang hendak mengembangkan dan menerapkan ilmu manajemen di berbagai latar disiplin ilmu.

Baca Juga: Keren! 5 Mahasiswa UKSW Lolos IISMA 2022, Berhak Belajar di Luar Negeri

“Dengan total 98 mahasiswa yang dibimbing saat ini, inovasi terbaru Prodi Doktor Manajemen untuk mahasiswa adalah penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dilengkapi dengan sistem pengendalian kelulusan tepat waktu,” jelas Lieli.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode