top ear
Ilustrasi penipuan. (Solopos/Whisnupaksa)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi penipuan. (Solopos/Whisnupaksa)

Gelapkan Uang BBM Rp15 Miliar Di Solo, Pengusaha Surabaya Divonis 3 Tahun Penjara

Pengusaha asal Surabaya divonis hukuman 3 tahun penjara setelah terbukti gelapkan uang pembelian BBM dari PT SHA, Banjarsari, Solo.
Diterbitkan Selasa, 23/02/2021 - 16:16 WIB
oleh Solopos.com/Ichsan Kholif Rahman
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Pengusaha assal Surabaya, Ina Widiyawati, divonis tiga tahun penjara karena gelapkan uang bahan bakar minyak atau BBM milik PT SHA, Banjarsari, Solo, senilai Rp15 miliar.

Vonis dibacakan dalam sidang putusan yang dipimpin hakim Fredrick Frans Samuel di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis (18/2/2021) lalu. Terdakwa yang merupakan bos PT Globalindo Energi Surabaya terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang senilai Rp15 miliar milik PT SHA.

Pejabat Humas PN Solo, Azhariyadi, kepada wartawan, Selasa (23/2/2021), mengatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana hingga mengakibatkan kerugian bagi PT SHA. "Amar putusan telah dijatuhkan selama tiga tahun penjara bagi terdakwa dalam sidang pada hari Kamis [18/2/2021] lalu,” paparnya.

Baca Juga: Awas! 6 Kamera Speedcam Siap Tangkap Aksi Ugal-Ugalan Pengendara di Soloraya

Berdasar informasi dihimpun dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Solo, vonis hakim dalam kasus pengusaha Surabaya gelapkan uang BBM itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo menuntut terdakwa dengan hukuman empat tahun penjara.

Ina Widiyawati, 49, warga Surabaya, ditangkap Satreskrim Polresta Solo, pada 2020 lalu. Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Purbo Adjar Waskito mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjutak menyampaikan tersangka merupakan komisaris perusahaan di Surabaya.

Perusahaan milik terdakwa bekerja sama dengan pengusaha penyedia bahan bakar nonsubsidi yakni PT SHA Solo milik AR. Dalam hal inni terdakwa sebagai pembeli bahan bakar nonsubsidi itu.

Baca Juga: Camat Bendosari Sukoharjo Bingung Puhgogor Masuk Zona Merah, Padahal Tak Ada Kasus Covid-19

Gali Lubang Tutup Lubang

“Kerja sama mulai sekitar pertengahan pada 2019 lalu. Semula, kerja sama sama itu berlangsung baik. Namun, dalam pertengahan tahun ini pembayaran mulai bermasalah,” papar Kasatreskrim.

Menurutnya, pelaku menunggak pembayaran bahan bakar mencapai Rp15 miliar. Saat pemeriksaan, pengusaha Surabaya yang gelapkan uang itu mengaku tidak bisa menutup pembayaran karena BBM yang ia beli dari PT SHA dijual murah sehingga merugi.

Tagihan dari PT SHA pun tidak terbayar. Pelaku berdalih menjual bahan bakar secara murah agar cepat laku, namun tidak memikirkan keuntungan.

Baca Juga: PPKM Mikro Solo Diperpanjang Sampai 8 Maret, Ada Perubahan Aturan?

Dalam pemeriksaan pelaku juga mengaku menjual bahan bakar itu ke wilayah Surabaya dan Kalimantan. Namun, saat penyelidikan tidak ada penjualan bahan bakar ke luar Pulau Jawa dari pelaku. "Saat kami cek, tidak ada penjualan ke Kalimantan," paparnya.

Menurut Kasatreskrim, pelaku semula harus gali lubang tutup lubang untuk membayar tagihan. Ia mencontohkan pelaku memesan 10 tangki bahan bakar. Namun, belum selesai penjualan pesanan pertama pelaku kembali memesan bahan bakar. Hasil penjualan kedua untuk membayar pesanan pertama.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci : #hukum #penipuan solo

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya