top ear
Ilustrasi kelompok militan ISIS (Thesun.co.uk)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi kelompok militan ISIS (Thesun.co.uk)

Geger! Ditemukan KTP Warga Mojokerto Saat Penggerebekan Markas ISIS di Yaman

Sebuah KTP yang diketahui milik warga Mojokerto ditemukan di markas ISIS.
Diterbitkan Senin, 31/08/2020 - 16:15 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, MOJOKERTO – Warga Mojokerto dibuat geger karena ditemukannya sebuah KTP saat penggerebekan markas ISIS di Yaman. Dalam KTP itu tertera alamat di Mojokerto.

Adanya KTP di markas ISIS itu diketahui lewat sebuah video rekaman penggerebekan jaringan ISIS di Al Bayda, Yaman. KTP itu diketahui atas nama Syamsul Hadi Anwar.

Dari KTP itu, si pemilik beralamatkan di Jalan Basket Blok NN Nomor 16 RT1/RW12 Perum Japan Raya, Desa Japan Raya, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kabar ini pun sudah terdengar oleh warga setempat.

Pengembang Tawarkan Perumahan untuk Warga Klaten Terdampak Tol, Berapa Harganya?

Termasuk Yuda yang juga warga Jalan Basket Blok NN. Namun, Yuda mengatakan, ketika diperiksa, rumah yang sesuai dengan alamat KTP tersebut tidak berpenghuni.

“Rumahnya kosong sudah lama,” kata dia seperti dikutip Suara.com dari Beritajatim.com, Senin (31/8/2020).

Yuda mengungkapkan banyak orang yang mendatangi rumah tersebut sejak viralnya KTP warga Mojokerto di markas ISIS. Namun, dia menegaskan Syamsul Hadi Anwar yang tertera pada KTP tersebut bukan warga di wilayahnya.

“Bukan orang sini, tidak tahu kok jadi begitu. Ramai, banyak yang ke sini tapi itu rumah kosong sudah lama,” jelasnya.

Sementara Sekretaris RT1/RW12, Hariyono mengatakan, nama yang ada di KTP tidak ada dalam daftar warganya. “Sesuai KTP tersebut, bukan rumah milik Syamsul Hadi Anwar tapi milik Pak M Subekhan atau Pak Aan,” ungkapnya.

Pindah ke Kalimantan

M Subekhan, lanjut Hariyono, merupakan pegawai salah satu perusahaan Jepang yang memproduksi kendaraan terutama mobil. Namun, kata dia, sejak tahun 2010, pemilik sudah pindah ke Kalimatan karena mendapat penugasan dari kantor.

Dia menjelaskan, Subekhan pindah ke Kalimantan bersama keluarga karena perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja membuka cabang di pulau tersebut. “Sejak 10 tahun lalu, 2015, rumah dalam keadaan kosong. Kalau anaknya, dulu pas di sini masih kecil-kecil. Ada dua, satu SD dan yang satu belum sekolah,” kata dia.

Datangi Polsek Baki, Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Duwet Sampaikan Ini

Setelah ditinggal pergi Subekhan, rumah itu sempat dikontrak sebagai kantor koperasi simpan pinjam Bangun Jaya Mandiri selama 2 tahun. “Setelah 2 tahun kontrak selesai, sampai dengan saat ini rumah tersebut kosong dan tidak berpenghuni,” tutur Hariyono.


Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini