top ear
Foto tangkapan layar video azan ajakan jihad yang bikin geger. (suara.com)
  • SOLOPOS.COM
    Foto tangkapan layar video azan ajakan jihad yang bikin geger. (suara.com)

Geger Azan Ajakan Jihad, Para Tokoh Agama Ini Ramai-Ramai Mengecam

Seruan azan dengan mengganti seruan untuk salat menjadi jihad tidak berdasar dan menyalahi sunah.
Diterbitkan Selasa, 1/12/2020 - 10:13 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
3 menit baca
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video seorang yang azan namun memodifikasinya menjadi seruan jihad bikin geger publik di dunia maya. Video berdurasi 30 detik itu muncul menjelang jadwal pemeriksaan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab oleh Polda Metro Jaya, Selasa (1/12/2020) ini.

Dalam video tersebut, tampak seseorang mengubah lafaz azan "Hayya Alas Sholah" menjadi "Hayya Alal Jihad". Dalam video tersebut tampak sekelompok orang sambil membawa spanduk bertuliskan, "Keluarga Besar PHB".

Mereka berkumpul tengah mendengarkan seseorang yang mengumandangkan azan di sebuah gang. Belakangan gang ini disebut-sebut berada di Petamburan, Jakarta Pusat, konon dekat markas FPI. Seusai mengumandangkan kalimat "Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah" yang kedua, muazin tersebut kemudian mengucapkan kalimat "Hayya Alal Jihad" sambil mengepalkan tangan ke atas.

Ini Alasan Habib Rizieq Rahasiakan Hasil Tes Swab Covid-19

Seruan jihad ini segera bikin gaduh publik. Sejumlah tokoh dan organisasi Islam segera mengkritik dan menolak seruan jihad ini. Berikut ini 4 tokoh yang mengkritik seruan jihad tersebut:

1. Habib Novel Anggap Hayya Alal Jihad Tak Berdasar

Pimpinan Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh, Solo, Jawa Tengah, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, menilai azan berisi ajakan jihad yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Hal itu disampaikan oleh Habib Novel melalui kanal YouTube miliknya Habib Novel Alaydrus bertajuk 'Breaking News - Jangan Terprovokasi' pada Senin (30/11/2020).

Hasil Tes Swab Covid-19 Habib Rizieq Sudah Keluar, Tapi Rahasia

"Azan seruan untuk salat diganti seruan untuk jihad, ini sesuatu yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW," kata Habib Novel.

Tak hanya itu, azan berisi ajakan untuk melakukan jihad juga bertentangan dengan apa yang telah diajarkan oleh para habaib dan kyai selama ini. Habib Novel mengaku seumur hidupnya ia belum pernah melihat ada seruan azan dengan menyisipkan ajakan jihad.

"Video yang memang aneh juga ya, seumur hidup saya belum pernah lihat ada orang azan kok kayak gitu," ungkap Habib Novel.

2. PBNU Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas, meminta seluruh pihak untuk tidak terprovokasi. Robikin menjelaskan jihad dalam negara merdeka seperti Indonesia bisa dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.

Mahfud Md Minta Rizieq Kooperatif, FPI Malah Singgung Ini

Maksudnya ialah mewujudkan perdamaian dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memakmurkan ekonomi warga serta menciptakan tata kehidupan yang adil dan beradab.

"Oleh karena itu di tengah kehidupan yang plural seperti di Indonesia ini, kita harus memperkuat toleransi dan saling menghargai baik sesama maupun antarpemeluk suatu agama, etnis, budaya dan lain-lain," jelas Robikin dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/11/2020).

Robikin kemudian meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa memperkukuh persatuan dan kesatuan. Bukannya memecah belah, justru sebagai bangsa Indonesia itu mesti memperkuat persaudaraan sesama warga bangsa dan persaudaraan kemanusiaan sebagai sesama keturunan anak cucu Nabi Adam AS.

Mahfud MD Ikut Komentari Sikap Rizieq Syihab soal Tes Covid-19

"Jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecahbelahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat," katanya.

3. Muannas Alaidid

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, ikut mengecam pengubahan lirik azan "Hayya Alas Sholah" jadi "Hayya Alal Jihad". Melalui akun Twitter pribadinya, Senin (30/11/2020), ketua umum Cyber Indonesia itu mengaku terkejut mengetahui pengubahan kumandang azan tersebut.

"Adzan itu hukumnya sunnah muakkadah. Kalimatnya adalah tauqifi, petunjuk langsung dari Allah dan Rasul-nya. Tidak boleh dikurangi dan tidak boleh ditambahin. Ini berlaku bagi orang-orang yang beragama pakai ilmu. Kalau beragama pakai nafsu, jangan ikutan orang bodoh karena nafsu," cuitnya.

Muannas ini juga seorang pengacara yang pernah mendampingi Habib Rizieq, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, Jafar Umar Thalib.

4. Muhammadiyah Sebut Seruan Jihad Azan Tak Ada Dalilnya

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengakui belum pernah menemukan hadis sebagai dasar menggunakan diksi jihad di tengah pelafalan azan.

Sejumlah video tersebut beredar di media sosial terutama di Twitter, Senin (30/11/2020). Narasi yang dibuat dalam unggahan video-video itu seolah sebagai bentuk dukungan bagi Rizieq Shihab yang akan diperiksa Polda Metro Jaya. "Saya belum menemukan hadis yang menjadi dasar azan tersebut. Saya juga tidak tahu apa tujuan mengumandangkan azan dengan bacaan 'hayya alal jihad'," kata Mu'ti.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini