Gegara Virus Corona Salatiga Tutup Pasar
Solopos.com|jateng

Gegara Virus Corona Salatiga Tutup Pasar

Pemkot Salatiga menerapkan kebijakan baru dalam penanganan virus corona pemicu Covid-19 dengan membatasi operasional pasar tradisional.

Solopos.com, SALATIGA — Pemerintah Kota Salatiga menerapkan kebijakan baru tutup pasar dalam penanganan virus corona pemicu Covid-19. Kebijakan Pemkot Salatiga itu adalah itu pembatasan operasional pasar tradisional enam hari dalam sepekan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Salatiga, Wuri Pujiastuti, saat dijumpai wartawan di kantornya, Jumat (18/6/2021). Wuri mengaku kebijakan yang mewajibkan pasar tradisional libur sehari itu dilakukan untuk sterilisasi virus corona dengan penyemprotan disinfektan.

“Kami sudah putuskan, untuk seluruh pasar tradisional wajib libur sehari. Jadi enam hari buka, sehari libur untuk penyemprotan disinfektan,” ujar Wuri.

Baca Juga: 4 Zodiak Bermuka Dua sehingga Tak Bisa Dipercaya

Wuri mengatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya mengendalikan persebaran Covid-19, terutama di pusat keramaian. Apalagi saat ini, Salatiga telah berstatus zona merah atau daerah dengan tingkat persebaran Covid-19 tinggi.

Dikutip dari akun Instagram resmi Humas Pemkot Salatiga, kasus Covid-19 di Salatiga per Sabtu (19/6/2021) bertambah 50 orang. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Salatiga mencapai 5.102 orang, dengan 756 orang masih menjalani perawatan, 4.221 orang dinyatakan sembuh, dan 125 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Salatiga, Kusumo Aji, mengatakan selain menerapkan kebijakan libur satu hari, pasar tradisional juga hanya diizinkan beroperasi hingga pukul 14.00 WIB. Tutup pasar dan pembatasan jam buka diharapkan mengendalikan persebaran virus corona di Salatiga.

Libur Bergiliran

“Kebijakann pembatasan operasional pasar sudah dilakukan sejak kemarin. Kalau yang libur akan kita atur bergiliran agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dari pasar,” ujar Kusumo, Minggu (20/6/2021).

Menyinggung vaksinasi Covid-19 untuk pedagang pasar tradisional, Aji mengatakan hampir semua sudah divaksin. "Peserta vaksinasi massal yang terdaftar ber-KTP Salatiga ada 200 pedagang. Ada juga pedagang yang mengikuti vaksinasi lansia dan mandiri. Selain itu pedagang dari luar Salatiga juga sudah vaksin," papar Aji.

Ditambahkan, untuk pedagang kaki lima (PKL) hanya diperbolehkan melayani pesan antar atau take away tanpa makan di tempat. "Maksimal pelayanan hanya sampai pukul 21.00, sama dengan jam operasional pusat perbelanjaan dan toko modern," tegasnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago