Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

GEDHADHE DAB: Bukan Pocong Biasa

SHARE
GEDHADHE DAB: Bukan Pocong Biasa
SOLOPOS.COM - ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Hengki Irawan)

ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Hengki Irawan)

Kisah menakutkan ini benar-benar membuat jantung Jon Koplo rontok. Di malam Jumat yang dingin dan sunyi itu, pemuda yang ngekos di daerah Laweyan ini bermaksud wedangan di angkringan langganannya di ujung jalan kampung untuk sekadar menghangatkan badan.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Jon Koplo dengan mantap berjalan kaki menyusuri gang sepi dan gelap. Di salah satu pekarangan rumah, di keremangan malam, samar-samar Koplo melihat penampakan putih-putih yang tinggi. Setelah diamat-amati sambil mengucek-ucek mata, Koplo semakin yakin kalau yang dilihatnya itu adalah hantu pocong.

Mak brabat, Koplo pun girap-girap lari ketakutan. Sampai di warung hik terjadilah breaking news. Koplo bercerita sambil ngewel kalau dia habis diweruhi penampakan pocong. So pasti orang-orang yang nongkrong di hik pun heboh. Sebagian pada menenangkan Koplo, sebagian lagi ada yang penasaran dan sepakat mau melihat sendiri secara live bentuk pocong yang dilihat Koplo.

Koplo pun didaulat bersama rombongan menuju tempat kejadian perkara dengan perasaan deg deg plas. Benar saja, mereka ternyata juga menyaksikan apa yang dilihat Koplo. Sebagian rombongan buyar pada lari ketakutan, namun masih ada sebagian kecil yang nekat bertahan dan memberanikan diri untuk mendekati “Mas Pocong”. Dengan dipersenjatai doa menurut keyakinan masing-masing, mereka bergandengan mendekati pagar rumah, bahkan ada yang melempari bentuk pocong itu dengan batu.

Setelah dekati apa yang terjadi? Ternyata oh ternyata, penampakan pocong yang dilihat Koplo teman-temannya adalah gulungan kain mori putih, bahan untuk membuat kain batik yang dijemur di tonggak kayu. Agar tidak jatuh, gulungan kain itu diikat dengan tali sehingga bentuknya persis plek dengan casing-nya Mas Pocong. Alhasil, orang-orang yang tadinya takut itu malah jadi ger-geran.

Koplo jadi merasa malu, tapi hatinya lega, karena dia tidak takut lewat di jalan itu lagi. 

 

Dikirimkan ke JIBI/SOLOPOS

Oleh Arjanto

Sondakan, Laweyan, Solo 



Kata Kunci : Hantu Jon Koplo Pocong
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode