Gaya Kepemimpinan Jokowi dan Gibran, Ternyata Ini Perbedaannya

Gibran dinilai mempunyai karakter cepat dan cekatan dalam merespons persoalan yang terjadi di lapangan.
Gaya Kepemimpinan Jokowi dan Gibran, Ternyata Ini Perbedaannya
SOLOPOS.COM - Kolase foto Gibran dan Jokowi saat mider praja. (Instagram/@gibran_walikotasolo)

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dinilai mampu menunjukkan gaya kepemimpinan yang berbeda dari sang ayah, Presiden Joko Widodo (Jokowi), selama enam bulan menjabat. Gibran menunjukkan gaya kepemimpinan anak muda.

Pendapat tersebut disampaikan Dosen Komunikasi Universitas Boyolali yang juga mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Roso Prajoko, saat dimintai tanggapan Solopos.com, Kamis (2/9/2021), ihwal perbedaan gaya kepemimpinan Gibran dengan Jokowi.

Dia menguraikan gaya kepemimpinan Gibran cenderung konsisten, cepat atau cekatan, tegas, logis-rasional, serta modern. Konsistensi Gibran terlihat dari sikapnya melarang pembelajaran tatap muka (PTM) saat Solo berstatus PPKM Level 4.

Baca juga: Absen di Pimpinan Eksekutif, Perempuan Solo Justru Lebih Aktif di Parlemen

Gibran juga konsisten menggunakan pendekatan unik untuk merespons agenda PTM di sekolah-sekolah itu. Pendekatan yang disebut orisinil sebagai ide Gibran itu yakni memarkirkan mobil dinas Toyota Innova AD 1 A di dekat sekolah.

Roso menyebut Gibran juga mempunyai karakter cepat dan cekatan dalam merespons persoalan yang terjadi di lapangan. Dia mencontohkan langkah Gibran menyelesaikan perusakan ornamen makam di TPU Cemara Kembar, Mojo.

Kecepatan Gibran juga terlihat dari capaian vaksinasi Covid-19 di Solo yang masuk kategori tertinggi nasional. Dalam penanganan kasus perusakan ornamen makam TPU Cemara Kembar, Gibran dinilai mampu menunjukkan karakter tegas.

Baca juga: Ketemu Gibran, Muralis Solo Berharap Mural Dilegalkan dan Diberi Ruang

Sedangkan gaya kepemimpinan yang logis dan rasional Gibran karena pernah mengenyam pendidikan dan tinggal cukup lama di Singapura. Sisi-sisi rasional intelektual sangat memengaruhi kepemimpinan pemuda 33 tahun itu.

Mendorong Penggunaan Teknologi

Sebagai anak muda yang mengenyam pendidikan modern, menurut Roso, Gibran sangat lekat dengan penggunaan teknologi. Sehingga, dia melanjutkan, wajar ketika Gibran mendorong penggunaan teknologi dalam memimpin.

Salah satu bukti penggunaan teknologi yang dilakukan Gibran yaitu menggandeng toko online untuk memasarkan produk-produk UMKM setempat. Gibran ingin mengenalkan produk UMKM Solo ke dunia internasional supaya naik kelas.

Baca juga: Tak Ada Pemilu, Anggota KPU Solo Nganggur?

Di sisi lain, Roso menilai beberapa waktu terakhir Presiden Jokowi menunjukkan kecenderungan tidak konsisten dalam memimpin. Dia merujuk kasus tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu yang lalu.

“Presiden meminta pimpinan KPK tak menggunakan nilai TWK sebagai kesimpulan akhir dalam seleksi pegawai KPK. Tapi instruksi ini diabaikan oleh pimpinan KPK dengan tetap memakai nilai akhir TWK sebagai dasar,” terang Roso.

Lelaki yang saat ini tengah menjalani studi jenjang S3 Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) itu juga menilai Jokowi cenderung lambat. Hal itu dilihat dari penanganan Covid-19 di Tanah Air di mana banyak korban berjatuhan.

Baca juga: Sejarawan Ungkap Sangkrah Padat Penduduk Sejak Sebelum Kota Solo Berdiri

Pada periode Maret 2020 kasus Covid-19 di Indonesia sempat menduduki urutan kedua tertinggi di Asia. Roso juga menilai arah pemikiran Jokowi sulit ditebak. Dia mencontohkan dalam kasus UU Omnibus Law yang ditolak rakyat.

“Kasus UU omnibus Law bukti nyata saat masyarakat menolak, bahkan melakukan unjuk rasa di berbagai wilayah termasuk di Istana guna menyampaikan pendapat. Justru Jokowi tak menemui mereka untuk berdialog,” urai dia.

Di sisi yang lain, Jokowi menunjukkan karakter kepemimpinan njawani. Sebagai orang yang lahir di Solo pada 21 Juni 1961, Jokowi diakui mempunyai sifat yang lembut dan halus. Karakter itu sering dilihat sebagai karakter lambat.

“Karakter kepemimpinan lain dari Jokowi yaitu lebih mengandalkan team work managerial dalam mengatasi persoalan di masyarakat. Sehingga banyak pembantu Presiden seperti wamen, yang sebelumnya tidak ada,” kata dia.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago