Gawat! Kasus Baru Covid-19 di Sleman Didominasi Anak Kos & Pelajar

Kasus baru Covid-19 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, didominasi dari kalangan pelajar dan penghuni indekos atau anak kos.
Gawat! Kasus Baru Covid-19 di Sleman Didominasi Anak Kos & Pelajar
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Covid-19. (Freepik.com)

Solopos.com, SLEMAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan terjadinya penambahan 58 kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir, atau 1-6 Desember 2021. Dari jumlah sebanyak itu, kasus baru Covid-19 di Kabupaten Sleman paling banyak berasal dari kalangan penghuni indekost atau anak kos dan pelajar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni, penambahan kasus baru Covid-19 paling menonjol terjadi pada 3 Desember dan 5 Desember. Pada 3 Desember terdapat tambahan 16 kasus baru, sedangkan 5 Desember sebanyak 18 kasus baru.

Novita mengatakan untuk tanggal 3 Desember, kasus baru Covid-19 di Sleman didominasi anak kos yang ada di Kapanewon Depok. “Selain anak kos, juga ada penambahan kasus dari pelajar, hasil skrining sekolah,” ujarnya, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Tuman, Pemuda Yang Masih Suka Berkerumun Ini Dibubarkan Satgas Covid-19 Sleman

Namun demikan, Novi belum bisa memperinci jumlah anak kos dan pelajar di Sleman yang terpapar Covid-19 selama Desember ini. “Proses tracing terus dilakukan, belum direkap. Untuk sekolah yang kedapatan siswanya positif Covid-19 kami minta kegiatan PTM dihentikan selama 14 hari,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, mengatakan pada 5 Desember untuk pelajar yang terpapar Covid-19 bertambah 12 kasus. Kasus tersebut ditemukan saat Dinkes melakukan tes swab acak pada Kamis (2/12) lalu. Pada 1 Desember sebelumnya, kata Cahya, terdapat tambahan 3 kasus positif Covid-19 juga dari kalangan pelajar. “Ya kasus baru masih lebih banyak dari skrining PTM sekolah SLTA sederajat,” kata Cahya.

Menurut Cahya, banyaknya siswa SMA/SMK dan anak-anak kos lainnya yang terpapar Covid-19 tidak terlepas dari tingginya mobilitas mereka. Pasalnya dari sisi usia mereka dinilai sudah lebih mandiri sehingga aktivitas untuk berkumpul dan berkerumun juga tinggi. “Kondisi berbeda dengan siswa SD dan SMP yang mana mau ke sekolah harus diantar jemput. Jadi memantaunya lebih mudah,” katanya.

Dia meminta agar seluruh masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5 M meliputi memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. “Apalagi setelah divaksin status mereka yang terpapar Covid-19 menjadi orang tanpa gejala (OTG),” katanya.

Baca juga: Efek Pandemi Covid-19, Iwan Fals Bisnis Jualan Gorengan dan Kopi

Pada akhir November lalu, Dinkes mencatat hasil uji swab acak ditemukan sebanyak 19 kasus siswa SMA/SMK dan 1 guru di Sleman yang positif Covid-19. Hasil tracing kontak erat yang dilakukan menambah 3 kasus pelajar positif.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago