[x] close
Gara-Gara Tak Sarapan, Dua Siswa SMKN 3 Klaten Dicoret dari Kegiatan PTM
Solopos.com|soloraya

Gara-Gara Tak Sarapan, Dua Siswa SMKN 3 Klaten Dicoret dari Kegiatan PTM

Sebanyak dua dari total 10 siswa SMKN 3 Klaten yang dicoret dari kepesertaan pembelajaran tatap muka atau PTM ternyata karena tak siap melakukan sarapan.

Solopos.com, KLATEN - Sebanyak dua dari total 10 siswa SMKN 3 Klaten yang dicoret dari kepesertaan pembelajaran tatap muka atau PTM ternyata karena tak siap melakukan sarapan sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas dimulai. Sesuai rencana, uji coba PTM di SMKN 3 Klaten di tengah masa pandemi Covid-19 berlangsung, 5-16 April 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, beberapa sekolah di Klaten menjadi program uji coba pelaksanaan PTM yang digulirkan Pemprov Jateng, 5-16 April 2021. Di antara sekolah yang dinilai sudah siap menggelar PTM itu, seperti SMAN 3 Klaten, SMKN 3 Klaten, MAN 1 Klaten, MTs Negeri 3 Klaten, dan SMPN 2 Klaten.

Baca Juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja Memotret Geliat Ekonomi Baru Gawok Sukoharjo

Setiap sekolah yang telah ditunjuk menggelar PTM itu sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Sebelum ditunjuk sebagai sekolah yang melakukan uji coba PTM, masing-masing sekolah telah menggelar screening dengan menyebar form tentang data diri, kesiapan mengikuti SOP, dan persetujuan masing-masing orangtua siswa agar anaknya dapat mengikuti PTM. Dalam screening itu termasuk tentang kesediaan siswa menaati seluruh protokol kesehatan sebelum dan sesudah masuk ke sekolah.

"Protokol kesehatan harus ditaati sebelum ke sekolah, saat di sekolah, dan setelah pulang sekolah. Di sini ada 120 siswa yang mengikuti PTM [total siswa mencapai 700-an siswa]. Mereka yang ikut PTM telah di-screening tentang kesanggupan diri. Saat screening itu, ada sekitar 10 siswa yang terpaksa digantikan oleh temannya. Alasannya macam-macam, seperti memiliki riwayat sakit tipes, mag, dan lainnya. Ada juga dua siswa yang tak siap melakukan sarapan pagi sebelum ke sekolah. Ke-10 siswa itu diganti siswa lainnya," kata Kepala SMKN 3 Klaten, Dionisius Pramu Aji, saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (12/4/2021).

Praktik Siswa

Dionisius mengatakan model PTM sangat mendukung praktik para siswa. SMKN 3 Klaten memiliki beberapa jurusan, seperti perhotelan, tata boga, kecantikan kulit dan rambut, tata busana.

"PTM dilakukan pukul 08.00 WIB-10.00 WIB. Setiap siswa yang ikut PTM harus benar-benar sehat. Kondisinya juga harus fit sehingga harus bersedia sarapan pagi. Jika tidak sarapan, takutnya tiba-tiba sakit di sekolah. Saat seperti ini, semua penanganan penyakit biasanya disangkutkan dengan Covid-19. Daripada seperti itu, yang tidak mau sarapan mending ikut pembelajaran dalam jaringan (daring)," katanya.

Disinggung tentang pelaksaan PTM yang sudah berjalan selama satu pekan, Dionisius Pramu Aji, mengatakan berlangsung lancar. Seluruh siswa dan para guru telah menaati seluruh SOP yang telah ditetapkan. Di waktu sebelumnya, 72 guru telah divaksin Covid-19.

"Setiap harinya, pelaksanaan PTM di sini dipantau tim Satgas PP Covid-19 dari tingkat kabupaten hingga kelurahan. Selama ini berjalan lancar dan tak ada pelanggaran protokol kesehatan. Nantinya, jika uji coba ini dianggap berhasil, PTM di tengah pandemi Covid-19 akan diperluas," katanya.

Baca Juga: Kaki Kram, Pendaki Asal Demak Digendong Turun dari Gunung Lawu

Berdasarkan pantauan Solopos.com, pengelola SMKN 3 Klaten sudah membuat jalur ke seluruh siswa dan guru ketika masuk ke sekolah saat PTM. Hal itu termasuk menyiapkan tempat parkir, ruang kelas, tempat duduk siswa yang memadai.

"Setiap ruangan yang telah dipakai, kami langsung lakukan penyemprotan desinfektan. Ini telah sesuai SOP," kata salah seorang guru SMKN 3 Klaten yang bertuhas menyemprot desinfektan, yakni Dedy Sulaiman.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago