Ganjar Pranowo Sebut Wali Kota Solo Gibran Role Model Agen Pancasila

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menilai Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka layak menjadi role model implementasi nilai-nilai Pancasila.
SHARE
Ganjar Pranowo Sebut Wali Kota Solo Gibran Role Model Agen Pancasila
SOLOPOS.COM - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan penghargaan kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dalam Musrenbang Perubahan RPJMD 2018-2023 di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (14/4/2021). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SOLO -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menilai Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bisa menjadi role model implementasi nilai-nilai luhur Pancasila.

Ganjar mengatakan saat ini dibutuhkan agen-agen untuk membumikan Pancasila. Sehingga nilai-nilai luhur Pancasila bisa terimplementasikan dalam tindakan atau perilaku nyata sehari-hari.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Salah satu sosok yang menurut Ganjar bisa menjadi role model implementasi nilai-nilai Pancasila yaitu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan itu ia sampaikan saat wawancara dengan wartawan seusai menjadi salah satu pembicara Talkshow Memperingati Hari Lahir Pancasila; Pancasila dalam Tindakan, Selasa (1/6/2021).

Baca Juga: Pembonceng Motor Berdiri Dalam Kondisi Bugil di Klaten Bakal Dijerat UU Pornografi Dan ITE

“Ada yang muda banget, Mas Gibran, Wali Kota Solo, bisa dijadikan role model kan, dalam kepemimpinan, bagaimana dalam aksi nyata. Terus kemudian mengajak anak muda seperti apa,” ujarnya.

Menurut Ganjar, zaman sudah berubah, sehingga dibutuhkan gerakan atau kampanye contoh nyata tentang nilai-nilai Pancasila. Politikus PDIP itu menyebut Pancasila sebagai live star dinamis atau bintang bercahaya yang dinamis.

Salah satu bentuk implementasi nilai luhur Pancasila di Jateng menurut Ganjar yaitu keberadaan Satgas Jaga Tangga dalam penanganan Covid-19. Satgas ini tak melihat latar belakang agama, suku, atau parpol, dalam menolong orang lain.

Baca Juga: Luas Wilayah Solo Tambah 2,68 Kilometer Persegi, Kok Bisa?

Penggunaan Media Sosial

“Menolong orang tidak perlu ditanya agamanya apa, parpolnya apa, atau sukunya apa. Tolong ya tolong saja. Praktik-praktik itu mesti disampaikan. Teknologi sudah digital. Kalau ada konten-konten yang baik upload dong dengan narasi-narasi positif, prestasi-prestasi. Sehingga Pancasila sebagai live star dinamis bisa dimunculkan,” tuturnya.

Penuturan senada disampaikan Gibran Rakabuming Raka dalam paparannya. Menurut Wali Kota Solo Gibran, anak muda bisa mengambil peran dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti dengan membanjiri media sosial dengan konten-konten positif atau prestasi membanggakan bangsa dan negara. Namun ia mengakui penggunaan media sosial sering kali masih mengedepankan aspek kontroversial dan bombastis.

Baca Juga: Gerindra-Demokrat Sragen Sepakat Jadi Partai Penyeimbang Pemerintahan Yuni-Suroto 

Sebab konten-konten kontroversial dan bombastis selalu mendapat banyak respons, ketimbang konten-konten yang bersifat edukatif atau prestasi. Kondisi tersebut menurut Gibran menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Masalahnya ya itu, kalau beritanya tidak bombastis, tidak kontroversial, tidak menjual. Kadang-kadang itu yang kita kesusahan. Kita banjiri konten positif responsnya kurang. Tapi ketika ada yang kontroversial, yang lihat banyak banget. Ini jadi PR kita ke depan. Misalnya kemarin Solo dapat WTP ke-11 kali kan tidak ada yang gagas,” urainya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago