top ear
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)
  • SOLOPOS.COM
    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Ganjar Pranowo Sebut Jateng Bakal Terima 2,5 Juta Vaksin Covid-19, Begini Penjelasannya

Ganjar Pranowo menyebut kemungkinan Jateng akan menerima vaksin Covid-19 mulai November 2020, namun dalam jumlah kecil.
Diterbitkan Selasa, 20/10/2020 - 16:51 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah atau Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut kemungkinan Jateng akan menerima vaksin Covid-19 mulai November 2020, namun dalam jumlah kecil.

Selanjutnya, pada tahap kedua, vaksin akan diberikan dalam jumlah lebih banyak, yakni hingga jutaan unit. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng akan memprioitaskan pemberian vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan atau nakes dan petugas lapangan.

Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo saat dimintau tanggapan tentang rencana pemerintah pusat melakukan vaksinasi virus Covid-19 pada November mendatang.

Pemdes Dibal Boyolali Tegaskan Penerapan Protokol Kesehatan Lewat Surat Edaran

“Kita sudah dilatih kemarin untuk menyiapkan ini [vaksinasi]. Besok ini, alokasi ke kita belum banyak. Tahap pertama belum sampai ribuan, masih sekitar ratusan. Beberapa sampel yang didapat itu akan kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan [nakes],” ujar Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (20/10/2020).

Kendati pada tahap pertama Jateng hanya kebagian sedikit vaksin Covid-19, pada tahap kedua kuota yang diperoleh kemungkinan lebih besar.

Ganjar menyebut kemungkinan tahap kedua, Jateng akan mendapat jatah vaksin Covid-19 mencapai jutaan. “Kalau tidak salah sekitar 2,5 juta vaksin. Kalau bulan depan sudah dimulai ya mungkin November sampai Desember tahun ini,” jelasnya.

Alun-Alun Wonogiri Akan Dibuka Pekan Depan, PKL Diperbolehkan Jualan

Petugas Lapangan Lebih Rentan

Selain tenaga kesehatan, Ganjar juga akan memprioritaskan vaksin Covid-19 di Jateng kepada petugas lapangan seperti TNI-Polri dan Satpol PP. Hal itu karena petugas lapangan lebih rentan atau berisiko tinggi terpapar Covid-19. "Atau juga pada masyarakat yang tiap hari menjalankan kegiatan di tempat terbuka. Misalnya pasar, angkutan dan lainnya. Saya kira, mereka perlu mendapat prioritas," kata dia.

Ganjar menegaskan pemerintah saat ini tengah berusaha sekuat tenaga memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19, termasuk di Jateng. Pemerintah telah mencari sumber vaksin dari berbagai negara dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan.

"Syukur akan muncul dari dalam negeri sehingga bisa memenuhi. Mungkin vaksinnya itu tidak hanya satu, tapi beragam tergantung kapasitas dan kemampuan. Saya kira pemerintah sudah memikirkan jumlahnya itu," jelasnya.

2 Pejabat Meninggal Positif Covid-19, LPPM UNS Solo Lockdown 10 Hari

Meski program pemberian vaksin Covid-19 segera dilakukan pemerintah, Ganjar tetap meminta masyarakat Jateng menjaga protokol kesehatan yang ketat dan menerapkan 3 M. Yakni, menghindari kerumunan, memakai masker dan mencuci tangan, serta menjaga jarak.

Ganjar juga berpesan pada masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada orang yang dinyatakan positif Covid-19. Sebab sampai saat ini, stigmatisasi itu masih muncul.

"Saya baru saja mendapat laporan di Solo, ada satu keluarga yang positif merasa disingkirkan. Tolong jangan ada stigmatisasi pada mereka. Mereka butuh pertolongan bukan diasingkan,” ujarnya.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini