[x] close
top ear
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengimbau buruh tak melakukan demo saat Hari Buruh atau May Day.(Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)
  • SOLOPOS.COM
    Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengimbau buruh tak melakukan demo saat Hari Buruh atau May Day.(Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Ganjar Pranowo Kesal Solo Disebut Zona Hitam Covid-19: Jarene Sapa?

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, kesal dengan penyebutan Solo sebagai wilayah zona hitam Covid-19.
Diterbitkan Selasa, 14/07/2020 - 14:28 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, gerah dengan penyebutan Kota Solo sebagai wilayah zona hitam Covid-19.

Menurut Ganjar, penyebutan Solo sebagai zona hitam sangat tidak beralasan. Ia menilai penyebutan itu sengaja disampaikan orang-orang yang kemungkinan tidak suka dengan Solo.

"Zona hitam ki jarene [kata] siapa? Yang ngomong siapa? Mungkin pengamat atau lagi benci? Kok banyak yang bilang zona hitam. Mungkin yang hitam itu bajumu!" ujar Ganjar kepada Semarangpos.com di kantornya, Selasa (14/7/2020).

Solo memang sempat disebut sebagai zona hitam menyusul lonjakan kasus positif Covid-19. Lonjakan itu terjadi setelah ditemukannya 25 dokter yang terpapar Covid-19 di RSUD dr. Moewardi Solo.

Ketua DPRD Sragen Termiskin Se-Jateng, Berapa Hartanya?

Meski demikian, Ganjar menilai lonjakan kasus itu tidak lantas membuat Solo dikategorikan sebagai zona hitam persebaran Covid-19.

"Kan sudah kita kontrol. Dari Moewardi dan UNS sudah kita lakukan 3T. Kok masih banyak yang bilang zona hitam?" ujarnya.

Hingga saat ini, kasus positif Covid-19 di Kota Solo mencapai 64 orang. Dari jumlah itu, 22 pasien masih dirawat, 37 orang dinyatakan sembuh, dan 5 orang meninggal dunia.

Tidak Ada Zona Hitam

Jumlah kasus di Solo ini lebih sedikit dibanding Kota Salatiga, yakni 92 kasus dengan perincian 19 pasien masih dirawat dan 73 orang sembuh.

Dekan FK UNS Solo Bantah 25 Dokter Residen di RS Moewardi Ketularan Covid-19 dari Pesta Wisuda

Sedangkan kasus positif Covid-19 tertinggi di Jateng masih ditempati Kota Semarang. Total kasus positif Covid-19 di Kota Semarang saat ini telah mencapai 2.565 orang. Perinciannya, 847 orang masih menjalani perawatan, 1.457 orang dinyatakan sembuh, dan 261 orang meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, tidak ada kategori zona hitam dalam data zonasi risiko yang dirilis Gugus Tugas Covid-19. Zonasi risiko dibedakan dalam lima kategori, dengan simbol empat warna yakni merah, oranye, kuning, dan hijau.

2 Asisten Ustaz Positif Covid-19 di Wonogiri Ketularan, Asal Jatisrono dan Selogiri

“Istilah hitam enggak ada, karena sebenarnya merah. Zona merah ini menggambarkan kasusnya banyak. Transmisi virus Covid-19 mengancam penduduk di situ,” jelasnya seperti dilansir Detik.com, Senin (13/7/2020).

Meski demikian Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan Solo layak disebut sebagai zona hitam Covid-19 apalagi setelah ada tambahan 18 kasus.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini