top ear
Tutup Iklan
Ganjar Minta Kalangan Akademisi Lebih Aktif Lapor Gub!
  • SOLOPOS.COM
    Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat mengisi acara Diskusi Panel Pelayanan Publik, Lapor! Goes to Campuss di Gedung Prof. Soedharto, Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Selasa (10/9/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Ganjar Minta Kalangan Akademisi Lebih Aktif Lapor Gub!

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta kalangan akademisi, terutama mahasiswa untuk lebih aktif dalam menyampaikan laporan atau keluhan terkait kondisi lingkungan atau masyarakat di sekitarnya melalui aplikasi Lapor milik pemerintah.
Diterbitkan Rabu, 11/09/2019 - 16:50 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra,
2 mnt baca -

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta kalangan akademisi, terutama mahasiswa untuk lebih aktif dalam menyampaikan laporan atau keluhan terkait kondisi lingkungan atau masyarakat di sekitarnya melalui aplikasi Lapor milik pemerintah.

Ganjar mengaku pada aplikasi Lapor Gub! yang dikelolanya tingkat keikutsertaan kalangan akademisi, terutama mahasiswa masih sangat minim. Oleh karenanya ia pun mendorong agar mahasiswa turut berperan aktif memberikan informasi maupun pelaporan dalam aplikasi tersebut agar dapat segera tertangani.

“Kalau untuk mahasiswa memang masih sedikit. Makanya perlu kita dorong dengan kegiatan semacam ini,” ujar Ganjar saat dijumpai wartawan sesuai mengisi acara Diskusi Panel Pelayanan Publik, Lapor! Goes to Campuss di Gedung Prof. Soedharto, Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Selasa (10/9/2019).

jeda.id

Ganjar mengatakan aplikasi Lapor Gub! terbukti efektif dalam menampung aspirasi maupun keluhan masyarakat. Pihaknya jadi tahu kondisi atau permasalahan yang tengah dihadapi warga di berbagai wilayahnya dan segera mencarikan solusi.

Dengan semakin meningkatnya laporan yang masuk dalam kanal atau aplikasi Lapor Gub! itu juga membuktikan betapa mulai kritisnya masyarakat terhadap kondisi di sekitar. Selama tiga tahun terakhir, ia bahkan mencatat aduan atau laporan yang masuk melalui kanal Lapor Gub! terus mengalami peningkatan.

Pada 2017, total aduan yang masuk mencapai 11.353 laporan. Jumlah ini sempat mengalami penurunan pada 2018, menjadi 6.340 laporan. Namun, pada 2019 jumlah tersebut kembali meningkat mencapai 9.408 laporan, terhitung hingga bulan September.

“Untuk 2019 ini yang masuk melalui aplikasi Android mencapai 2.142 laporan, Instagram mencapai 2.086 laporan, lewat SMS Lapor Gub sebanyak 1.744 laporan, Facebook 1.413 laporan, website 1.275 laporan, Twitter 694, dan kanal lain sekitar 54 laporan,” tutur Ganjar.

Ganjar pun berharap laporan ini terus bertambah seiring dinamika yang terjadi di dalam masyarakat. Dengan adanya media penyampaian itu pun tentunya juga berpengaruh pada kinerja birokrasi yang ada di instansi pemerintah.

“Birokrasi jadi berubah loh sekarang. Sekarang Eselon 1 dan Eselon 2 mau meladeni keluhan masyarakat enggak pakai malas. Birokrasi digital dan birokrasi casual inilah yang akan kita wujudkan. Masyarakat bisa langsung mengadu ke gubernurnya, tanpa bertemu secara formal. Cukup nge-twitt di medsos,” ujar Ganjar.

https://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor : Rahmat Wibisono , Bison yang biasa
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkini