top ear
GAGASAN : Guru Sejarah Melawan Intoleransi
  • SOLOPOS.COM
    Nur Fatah Abidin

GAGASAN : Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Diterbitkan Jumat, 14/07/2017 - 06:00 WIB
oleh Solopos.com/
4 mnt baca -

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com.

Solopos.com, SOLO--Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menggelar sarasehan guru sejarah.

Sarasehan  tersebut bertema Guru Sejarah Pengawal NKRI, Menangkal Intoleransi dan Radikalisme dari Ruang Kelas. Acara ini ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ahmad Syafii Maarif, Baskara T. Wardaya, dan Anton Haryono.

Mereka beserta para guru sejarah mendiskusikan dimensi-dimensi penting dalam pembelajaran sejarah untuk melawan intoleransi dan radikalisme ekstrem.

Setidaknya sarasehan tersebut telah mengulas secara mendalam dua dimensi penting dalam pembelajaran sejarah: materi dan strategi pembelajaran. Dimensi pertama berhubungan dengan kedalaman pengetahuan guru sejarah.

Aspek ini diulas Ahmad Syafii Maarif dan Baskara T. Wardaya. Mereka menyatakan guru sejarah wajib memiliki kekayaan pengetahuan dan kedalaman pemahaman sehingga mampu menghadirkan pembelajaran sejarah yang bermakna di dalam kelas.

Dimensi strategi pembelajaran berhubungan dengan cara guru sejarah menyampaikan materi pembelajaran. Anton Haryono mengemukakan bahwa dengan strategi yang inovatif, kreatif, dan transformatif seorang guru dapat mengatasi permasalahan klasik dalam pembelajaran sejarah: anggapan bahwa belajar sejarah adalah hafalan yang membosankan.

Selanjutnya adalah: Mengubah strategi belajar…


Editor : Ichwan Prasetyo , Jurnalis. Pembaca buku apa saja.
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci : # # #

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya