[x] close
top ear
Gadis indigo Frislly Herlind kerasukan sosok penunggu gedung tua bekas kantor di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Instagram—Billy Christian)
  • SOLOPOS.COM
    Gadis indigo Frislly Herlind kerasukan sosok penunggu gedung tua bekas kantor di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Instagram—Billy Christian)

Frislly Herlind Kerasukan Penunggu Gedung Tua di Semarang

Gadis indigo ternama, Frislly Herlind, kerasukan saat melakukan ekpedisi sebuah gedung bekas kantor di Kota Semarang, Jateng.
Diterbitkan Minggu, 26/04/2020 - 00:20 WIB
oleh Solopos.com/Dhina Cantya
3 menit baca

Solopos.com, SEMARANG — Gadis indigo ternama, Frislly Herlind, kerasukan saat melakukan ekpedisi sebuah gedung bekas kantor di Kota Semarang, Jateng. Gadis indigo dengan kemampuan supranatural itu dirasuki salah satu penunggu gedung tua yang dikenal angker tersebut.

Frislly Herlind kerasukan saat diajak youtuber dengan nama panggung Billy Christian. Mereka menelusuri bangunan bekas sebuah kantor pada zaman kolonial Belanda. Tidak hanya Frislly, Billy juga mengajak gadis indigo lain bernama Tasha Siahaan untuk tampil bersama dalam vlog-nya.

Tak main-main, mereka bertiga melakukan penelusuran di gedung tua tersebut pada malam hari. Namun, Billy dan kru tidak menyebutkan alamat dan nama bangunan kantor secara spesifik.

Begini Disbudpar Semarang Obati Rindu Dugderan

Billy hanya mengatakan jika gedung tersebut sudah ada sejak tahun 1911. Bangunan berlantai dua tersebut juga dipercaya pernah menjadi pabrik kayu. Keseruan mereka terekam dalam vlog Billy berjudul Gedung Tua Belanda Banyak "Mereka" IndigoTalk Travel Semarang.

Mereka bertiga langsung menuju ke area lantai kedua. Frislly dan Tasha tidak pernah melepaskan genggaman tangan mereka. Sesekali mereka seperti ketakutan saat melihat atap gedung.

Gembira Kedatangan Tamu

Menurut Frislly, para penunggu bekas pabrik kayu merasa gembira karena kedatangan tamu. “Mereka” yang menempati gedung tersebut seakan-akan menyambut Billy dan tim.

Duh, 60 Tenaga Kesehatan di Jateng Positif Covid-19

"Dia senang banget waktu tahu kita datang, soalnya kayak mainan mereka. Ada yang lagi terbang, terus mereka mainin roknya," ucap Frislly sambil melihat ke area atap.

Tasha juga menjelaskan jika penghuni di sana kebanyakan perempuan. Para penunggu gedung tua terlihat tertawa gembira saat Billy dan kru shooting. Menurut dua gadis indigo, saking tidak pernah bertemu dengan manusia, membuat “mereka” menjadi sangat aktif.

"Dari tadi ada yang menyampaikan kalau tujuan mereka membuat para pekerja di bagunan ini merasa tidak betah. Dari pabrik kayu, kantor, sampai gedung arsip," cerita Frislly seperti yang terpantau Semarangpos.com, Sabtu (25/4/2020).

Mengulas Sejarah Gedung Jiwasraya Kota Lama Semarang

Saat sedang berjalan menuju ruangan yang akan ditelusuri, Frislly Herlind tiba-tiba kerasukan sosok hantu perempuan. Ia tertawa dengan suara melengking sambil seolah-olah memainkan roknya.

Tak Punya Lidah

"Siapa nama kamu?" tanya Tasha yang langsung dibalas gelengan oleh Frislly. Tasha menjelaskan jika sosok tersebut ternyata tidak memiliki lidah. Hal itulah yang membuatnya tidak bisa berbicara.

Menurut Tasha, sosok perempuan itu adalah salah satu korban kekejaman Jepang saat menyerang para Belanda. Sesekali, Tasha terlihat menghentikan Frislly yang seperti akan berjalan ke suatu tempat. Terkadang, Frislly juga membuat gestur menunjuk sesuatu.

Charoen Pokphand Borong 1 Juta Ayam Peternak, Harga Anjlok Penyebabnya...

Saat sosok tersebut merasuki Frislly, Tasha mengira jika perempuan itu adalah keturunan Belanda. Namun, karena terus tertawa dengan aneh, Tasha akhirnya tahu jika sosok tersebut berwujud kuntilanak. Ia hanya berpura-pura menjadi seorang keturunan Belanda.

"Kamu mah dari atas, ayo keluar! Frislly keluar!" Tasha langsung mengguncang pundak Frislly. Frislly pun langsung sadar. Menurut Frislly sosok tersebut menunjukkan ruangan yang berisi para korban bekas kekejaman Jepang.

"Jadi tadi yang masuk ke kamu itu kuntilanak tapi pura-pura jadi Belanda," cerita Tasha yang langsung disetujui Frislly.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini