FLYOVER MANAHAN SOLO : Sudah 10 Hari Lalu Lintas Direkayasa, Pelanggaran Masih Sering Terjadi
Solopos.com|soloraya

FLYOVER MANAHAN SOLO : Sudah 10 Hari Lalu Lintas Direkayasa, Pelanggaran Masih Sering Terjadi

Pengendara kerap menerobos larangan masuk ke Jl. K.S. Tubun barat Stadion Manahan Solo.

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo masih menemukan banyak pelanggaran lalu lintas (lalin) setelah sepuluh hari pelaksanaan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) flyover Manahan. Pelanggaran itu banyak terjadi di Jl. K.S. Tubun barat kompleks Stadion Manahan, Banjarsari.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengungkapkan Dishub Solo memberlakukan satu arah dari selatan ke utara di Jl. K.S. Tubun selama pelaksanaan MRLL flyover Manahan. Petugas juga sudah memasang rambu larangan berbelok kiri dari arah Jl. Menteri Supeno (utara) ke Jl. K.S. Tubun.

Namun, kenyataan di lapangan masih banyak kendaraan yang nekat menerobos masuk ke Jl. K.S. Tubun dari arah Jl. Menteri Supeno. “Kami sudah memasang barikade di ujung Jl. K.S. Tubun sisi utara agar kendaraan tidak masuk. Petugas juga sudah diterjunkan di lapangan untuk memberikan sosialisasi kepada pengendara,” ujar Ari kepada Solopos.com, Rabu (21/3/2018).

Baca juga:

Ia mengatakan Dishub sampai sekarang belum bisa memberikan tindakan tegas kepada pengendara yang nekat masuk ke Jl. K.S. Tubun dari arah utara. Dishub baru bisa menerapkan tindakan tegas di lapangan setelah 30 hari pemasangan rambu lalu lintas di lokasi.

“Rambu larangan kendaraan belok kiri dari arah Jl. Menteri Supeno sudah memiliki ketetapan hukum setelah 30 hari pemasangan di lokasi. Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada pengendara agar tidak terjaring razia nanti,” kata dia.

Kepala Dishub Solo Hari Prihatno mengatakan seharusnya pengendara sudah mengetahui jalan alternatif selama proses pembangunan flyover Manahan. Pelanggaran lalin selama pelaksanaan MRLL flyover Manahan seharusnya tidak terjadi kalau pengendara punya kesadaran tertib berlalu lintas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas [Satuan Lalu Lintas] Polresta Solo untuk penindakan kepada pelanggar lalin selama pelaksanaan MRLL. Dishub untuk sebulan ini lebih memilih melakukan sosialisasi kepada warga,” kata dia.

Ia menambahkan arus lalin selama sepuluh hari pelaksanaan MRLL sudah tidak terlihat penumpukan kendaraan. Penumpukan kendaraan hanya terlihat di bundaran Purwosari dan pertigaan Pasar Nongko.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago