FKKD Sragen Kecam Aksi Nekat Kades Jenar Gegara Tak Percaya Corona

Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen, Sutrisno, menyayangkan aksi nekat Kades Jenar memasang baliho makian kepada pejabat akibat tidak percaya corona.
FKKD Sragen Kecam Aksi Nekat Kades Jenar Gegara Tak Percaya Corona
SOLOPOS.COM - Baliho berisi cacian dan makian kepada pemerintah dipasang Kades Jenar, Samto, pada Rabu (14/7/2021). Baliho itu dibongkar Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Jenar, Sragen, hari itu juga. (Istimewa/Kardiyono)

Solopos.com, SRAGEN — Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen, Sutrisno, menyayangkan ada seorang kepala desa (kades) yang tidak percaya dengan corona. Hal itu menyusul munculnya baliho berisi cacian dan makian kepada pemerintah yang dipasang oleh Kepala Desa (Kades) Jenar, Kecamatan Jenar, Samto.

Sutrisno menilai seorang kades merupakan garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19. Dia mengingatkan Covid-19 merupakan wabah nasional bahkan dunia. Ia menyebut keterlaluan bila sampai saat ini masih ada warga, termasuk kades, yang masih tidak percaya dengan Covid-19.

“Karena saya sendiri adalah alumni pasien Covid-19 pada Januari lalu. Saya bisa merasakan sendiri betapa tersiksanya terkena Covid-19. Apalagi saat ini tingkat kematian akibat Covid-19 sungguh memprihatinkan. Miris betul. Tempatku saja hampir tiap hari ada yang meninggal dunia baik yang dimakamkan dengan prokes maupun meninggal dunia di rumah. Kalau masih tidak percaya, mau bukti apalagi? Keterlaluan itu. Apa harus terpapar dulu baru mau percaya Covid-19?” tegas Sutrisno kepada Solopos.com, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Juliyatmono: Colomadu Karanganyar Bakal Seperti Solo Baru

Sutrisno pernah dirawat selama 19 hari di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen karena terpapar Covid-19. Sementara istrinya yang juga positif corona mendapat perawatan di RS selama 29 hari.

Selama berada di rumah sakit, Sutrisno mengaku merasakan sejumlah gejala akibat paparan Covid-19 seperti demam, tidak berfungsinya indra penciuman, sesak napas, muntah, badan terasa lemas, pegal linu, serta batuk.

“Kita dalam kondisi sakit tapi tidak boleh dijenguk dan ditunggui keluarga. Semua harus kita sendiri yang menyemangati. Bisa dibayangkan bagaimana tersiksanya,” jelas Sutrisno.

Baca juga: Tak Disangka, Si Cantik Sisca Saraswati JKT48 Ternyata Cah Wonogiri

Sutrisno mengakui penanganan Covid-19 di semua desa sudah maksimal. Satgas Jogo Tonggo sudah rutin menggelar langkah preventif maupun sosialisasi terkait betapa ganasnya wabah corona. Saat PPKM darurat diterapkan, kata Sutrisno, Satgas Jogo Tonggo punya peran besar dalam mengedukasi masyarakat agar wabah Covid-19 segera berakhir.

“Kondisi masing-masing desa saya rasa sama. Kita sebagai kades harus tetap semangat dan semangat. Kalau soal penat, jenuh dan capai dengan kondisi sekarang ini ya semua sama merasakan. Tapi ini jangan sampai membuat kendor. Harus kita hadapi dan harus kita lawan. Saya yakin kalau kita taat dan patuh anjuran prokes, wabah corona segera berakhir,” ujar Kepala Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, ini.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago