[x] close
Fakta Infeksi Jamur Hitam pada Pasien Covid-19 India
Solopos.com|lifestyle

Fakta Infeksi Jamur Hitam pada Pasien Covid-19 India

Infeksi jamur hitam ini terutama berbahaya bagi orang dengan imun tubuh yang lemah.

Solopos.com, JAKARTA--India menghadapi masalah infeksi jamur hitam atau mucormycosis yang menyerang pasien dan penyintas Covid-19. Ada 40 pasien Corona mengidap infeksi langka ini  di Mumbai.

Sementara di kota lain seperti Gujarat, ada 200 orang dirawat di RS karena infeksi langka 'jamur hitam'. Apakah yang dimaksud dengan mucormycosis? Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini.

Mucormycosis atau jamur hitam merupakan penyakit disebabkan oleh fungi yang umum ditemukan di tanah, tumbuhan, pupuk, atau buah dan sayuran busuk. Infeksi fungi ini terutama berbahaya bagi orang dengan imun tubuh yang lemah karena dapat menyerang sinus, otak, dan paru-paru.

Spesialis mata dari Mumbai, Akshay Nair, mengaku sudah menemui sekitar 40 pasien dengan mucormycosis pada April 2021. Sementara rekan kerjanya di lima kota melaporkan 58 kasus infeksi jamur hitam ini.

Baca Juga: 7 Masalah Kesehatan Ini Rawan Muncul Saat Puasa

Kebanyakan adalah pasien yang telah dinyatakan sembuh 12 hari-15 hari dari Covid-19. Pasien terakhir yang ditangani oleh Nair terpaksa kehilangan matanya karena infeksi jamur hitam. Pasien seorang perempuan berusia 25 tahun dengan kondisi diabetes yang baru sembuh dari Covid-19.

"Kondisi diabetes sudah menurunkan sistem imun, virus Corona memperparah dan obat steroid yang digunakan untuk mengatasinya seperti bahan bakar yang membuat api semakin besar," komentar Nair seperti dikutip dari BBC, Senin (10/5/2021).

Dikutip dari Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada beberapa hal yang perlu diketahui soal 'jamur hitam' ini.  Mucormycosis adalah infeksi jamur yang serius, hidup di seluruh lingkungan. Terutama di tanah, dan bahan organik yang membusuk, seperti daun, tumpukan kompos, atau kayu busuk.

Orang yang terkena mucormycosis umumnya bersentuhan dengan spora jamur di lingkungan. Misalnya, bentuk infeksi paru-paru atau sinus dapat terjadi setelah seseorang menghirup spora.

Diabetes bisa memperbesar risiko pasien terkena infeksi jamur hitam (ilustrasi/Freepik)
Diabetes bisa memperbesar risiko pasien terkena infeksi jamur hitam (ilustrasi/Freepik)

Bentuk mucormycosis ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki masalah kesehatan atau mengonsumsi obat yang menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit. Mucormycosis juga dapat menyerang pada kulit setelah jamur menginfeksi kulit melalui luka, goresan, luka bakar.

Baca Juga: Durasi Hubungan Intim yang Normal Berapa Lama?

Pasien yang mengidap infeksi jamur hitam kerap memiliki gejala yang berbeda. Berikut ini sejumlah gejalanya sebagaimana mengutip laman detikcom, Senin (10/5/2021):

Wajah bengkak satu sisi
- Sakit kepala
- Hidung atau sinus tersumbat
- Lesi hitam di batang hidung atau bagian dalam atas mulut yang dengan cepat menjadi lebih parah
- Demam

Gejala mucormycosis yang menyerang paru-paru:

- Demam
- Batuk
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Mucormycosis kulit (kulit) dapat terlihat seperti lecet atau bisul, dan area yang terinfeksi dapat menjadi hitam. Gejala lain termasuk nyeri, hangat, kemerahan berlebihan, atau bengkak di sekitar luka.

Baca Juga:  Sehatkah Makan Mi Instan Saat Sahur? Ini Faktanya

Gejala infeksi jamur hitam gastrointestinal:

- Sakit perut
- Mual dan muntah
- Pendarahan gastrointestinal

Siapa yang rentan terkena mucormycosis?

Selain dilaporkan pada kasus Covid-19 atau penyintas Corona, penyakit mucormycosis cukup jarang terjadi. Namun lebih sering menyerang orang dengan masalah kesehatan atau menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit. Seperti pengidap diabetes, kanker, transplantasi organ, cedera kulit, dan lainnya.

 

 

 

 


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago