Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Fakta-Fakta Laka Maut Bus Wonogiri, KNKT: Jalan Licin, Minibus Lebihi Kapasitas

Kecelakaan maut minibus KSU Panca Tunggal Wonogiri berdasarkan temuan KNKT.
SHARE
Fakta-Fakta Laka Maut Bus Wonogiri, KNKT: Jalan Licin, Minibus Lebihi Kapasitas
SOLOPOS.COM - Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Dok Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI — Minibus KSU Panca Tunggal yang mengalami kecelakaan di Dusun Kepuh Kulon, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, menjadi perhatian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Mereka kini telah mengaji kesimpulan penyebab kecelakaan tunggal yang mengakibatkan delapan penumpang meninggal dunia.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sub Komite Moda Investigasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT, Ahmad Wildan, mengatakan telah mengecek langsung lokasi kecelakaan dan minibus. Pihaknya merasa harus terjun langsung karena kecelakaan minibus yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia memang masuk dalam penanganan KNKT.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

“Selain itu karena kami ditanyai oleh Komisi 5 DPR RI soal kecelakaan di Wonogiri. Kami sudah cek langsung beberapa hari lalu, sekarang kami akan membikin laporan dan rekomendasi. Akan kami analisa,” kata Wildan kepada Solopos.com, Sabtu (26/11/2022).

Ia mengaku belum mendapat kesimpulan pasti penyebab kecelakaan minibus. Namun dari hasil pengecekan di lapangan, ia menemukan sejumlah bukti. Pertama, jalan yang dilintasi minibus memiliki kekesatan yang rendah atau licin.

Baca juga: KNKT Ungkap Penundaan Perbaikan Sriwijaya Air SJ-182

Kedua, jumlah penumpang saat minibus mengalami kecelakaan tunggal melebihi kapasitas. Berdasar buku uji kendaraan, kapasitas penumpang minibus hanya sebanyak 14 orang. Sedangkan saat terjadi kecelakaan, jumlah penumpang minibus sebanyak 36 orang.

Ketiga, lanjut Wildan, ditemukan jejak hitam di jalan.

“Jejak hitam itu menandakan ban minibus mengalami sliding. Jalannya kan menanjak. Dengan jumlah penumpang yang banyak maka si sopir mengendarai minibus pelan dan mengandalkan traksi. Saat jalanan yang dilintasi licin, ban minibus mengalami sliding [roda belakang berputar lantaran tak kuat menanjak],” imbuhnya.

Keempat, seluruh penumpang tak makai sabuk pengaman. Hal itu menurut Wildan dapat meningkatkan fatalitas kecelakaan. Ia menambahkan, penyebab minibus yang mengalami kecelakaan tunggal adalah kombinasi dari empat hal tersebut.

“Tapi untuk pastinya belum bisa kami simpulkan. Kami akan membuat laporan dulu dan mengkajinya lebih mendalam,” ungkapnya.

Baca juga: KAPAL TENGGELAM : Inilah Penyebab Tenggelamnya KM Rafelia 2 di Selat Bali

Sementara itu, Polres Wonogiri menetapkan sopir minibus sebagai tersangka dalam kecelakaan tunggal di Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Senin (21/11/2022) malam. Sebagaimana telah disebut, kecelakaan itu menyebabkan delapan penumpang minibus meninggal dunia.

Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto, dalam keterangannya menyebut sopir tersebut bernama Wantiyo, 44. Ia diketahui merupakan warga Dusun Bendungan, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi.

“Penyidik telah menetapkan saudara Wantiyo sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan sejak Selasa [22/11/2022] lalu di Rumah Tahanan Polres Wonogiri,” kata dia, Rabu (24/11/2022).

Kapolres Wonogiri menyebut sopir minibus dikenakan Pasal 311 ayat 5 dan ayat 3 juncto Pasal 310 ayat 4 dan ayat 2 dalam Undang-Undang (UU) No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca juga:  Polisi Tetapkan Sopir Minibus Maut di Nguntoronadi Wonogiri Jadi Tersangka

Merujuk pada Pasal 311 ayat 5, Wantiyo terancam hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode