top ear
Ilustrasi pengguna Facebook. (Reuters)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi pengguna Facebook. (Reuters)

Facebook Blokir Iklan Masker di Tengah Wabah Virus Corona

Di tengah wabah virus corona, Facebook memblokir iklan masker demi mencegah eksploitasi berlebihan.
Diterbitkan Senin, 9/03/2020 - 16:10 WIB
oleh Solopos.com/
2 menit baca

Solopos.com, SOLO — Wabah virus corona memicu sejumlah orang justru memanfaatkannya untuk mengeruk keuntungan. Sejumlah orang ramai berdagang masker dengan berbagai cara, salah satunya melalui Facebook, yang kini justru memblokir iklan seperti itu.

Facebook memblokir iklan masker demi mencegah eksploitasi berlebihan tentang wabah virus Corona.

Tewas Di Sungai, Pria Tua Sempat Terseret Arus 8 Km

"Kami sedang memantau Covid-19 dengan cermat dan akan membuat pembaruan yang diperlukan untuk kebijakan kami jika melihat orang-orang mencoba untuk mengeksploitasi keadaan darurat soal kesehatan masyarakat. Pembaruan ini akan diluncurkan dalam beberapa hari mendatang," tulis Direktur Produk Facebook, Rom Leathern, seperti dikutip Detik.com, Senin (9/3/2020).

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan banyaknys masyarakat membeli masker wajah dan peralatan untuk menangkal virus corona membuat tenaga medis kekurangan alat pelindung diri (APD).

Vanessa Angel Hamil Anak Pertama: Aku Hamil Kebo

Sebelumnya, Facebook telah mengumumkan larangan iklan untuk produk kesehatan seperti masker, obat-obatan palsu, dan berbagai cara untuk pencegahan virus corona. Bukan hanya masker, grup dan halaman Facebook dengan tema virus corona juga diblokir dari algoritma Facebook.

Peraturan seperti itu juga diberlakukan di Instagram. Seperti diketahui, Facebook kini juga merupakan pengembang Instagram.

"Persediaan sedikit, harga naik dan menjadi mahal. Oleh itu kami menentang orang-orang yang mengeksploitasi situasi darurat kesehatan masyarakat ini," tulis Kepala Instagram Adam Mosseri.

Truk ODOL Dilarang Lewat Tol Jakarta-Bandung!

Covid-19 Facebook juga menutup salah satu kantornya di Seattle, Amerika Serikat (AS) setelah seorang karyawan kontraktornya dinyatakan positif terkena virus tersebut

Facebook juga meminta kepada 5.000 karyawannya yang berbasis di Seattle untuk bekerja di rumah hingga 31 Maret. Mereka juga telah membatasi kunjungan ke kantor dan membatalkan sejumlah konferensi.

Banner SBBI
Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini