;

Espos Plus: Kisah Sukses Pendiri Honda dan Nasib Prasasti Raja Sankhara

Tiga berita terkait kisah sukses pendiri Honda, nasib Prasasti Raja Sankhara yang hilanng hingga sejarah Kanal Baki jadi sajian menu Espos Plus edisi Jumat (20/5/2022).
SHARE
Espos Plus: Kisah Sukses Pendiri Honda dan Nasib Prasasti Raja Sankhara
SOLOPOS.COM - Prasasti Raja Sankhara diduga berasal dari abad ke-8 Masehi yang ditemukan di Sragen. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Prasasti Raja Sankhara diduga berasal dari abad ke-8 Masehi dan ditemukan di Sragen yang hingga kini tak jelas keberadaannya setelah dijual ke tukang loak pada awal 2000-an. Prasasti tersebut semula menjadi koleksi Museum Adam Malik, yang lantas bangkrut sehingga seluruh koleksi di dalamnya dijual tanpa sepengetahuan pemerintah dan Direktorat Permuseuman.

Buku Sejarah Nasional Indonesia II, 1984, menyebut melihat bagian belakang prasasti yang tidak rata dan ada bagian yang merupakan tonjolan, diduga kuat dulu prasasti ini ditempatkan dalam sebuah bangunan. Seorang kolektor dari Solo pernah mengatakan bahwa prasasti itu berasal dari suatu tempat yang masih ada sisa-sisa bangunannya yang berlandaskan agama Buddha. Bangunan itu tidak terlalu besar dan terbuat dari bata

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Kisah Soichiro, Anak Pandai Besi yang Wujudkan Mimpi Dirikan Honda

Sukses hanya satu persen dari pekerjaan dan sisanya adalah berani mengatasi rintangan. Itu adalah prinsip Soichiro Honda yang mewujudkan mimpi bisa mendirikan Honda Motor Company walau dia terlahir sebagai anak seorang pandai besi.

Soichiro Honda lahir di Hamamatsu, Shizuoka, Jepang, pada 17 November 1906 . Ibunya, Mika, adalah seorang penenun. Ibunya merancang alat tenunnya sendiri dengan pola yang cukup rumit.

Baca Juga: Kisah Soichiro, Anak Pandai Besi yang Wujudkan Mimpi Dirikan Honda

Sementara ayahnya, Gihei, adalah seorang pandai besi, yang menjalankan bisnis perbaikan sepeda. Transportasi sepeda menjadi sangat populer di kota-kota besar pada tahun itu.

Sejarah Kanal Baki dan Dam Bareng Sukoharjo Peninggalan Hindia Belanda

Wilayah Kecamatan Baki, Sukoharjo, memiliki dua bangunan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yakni Kanal Baki dan Dam Breng, yang sejarahnya menjadi penyangga pabrik-pabrik besar di kawasan itu. Kendati kini tak lagi dimanfaatkan, namun bangunan berupa infrastruktur air itu menjadi destinasi wisata.

Baca Juga: Sejarah Kanal Baki dan Dam Bareng Sukoharjo Peninggalan Hindia Belanda

Catatannya sebagai daerah penyangga tak berubah, karena sampai saat ini terus menjadi daerah satelit Kota Solo, yang berkembang pesat dari segi infrastruktur dan ekonomi. Terdapat ratusan perumahan dan hunian yang tersebar di sejumlah desa di wilayah Baki. Secara geografis, letak wilayah Baki berjarak tak lebih dari lima kilometer dari Kota Solo.

Tiga berita di atas merupakan konten yang bisa diakses secara premium di layanan Espos Plus. Konten-konten premium di kanal Espos Plus menyajikan sudut pandang khas dan pembahasan mendalam dengan basis jurnalisme presisi. Membaca konten premium akan mendapatkan pemahaman komprehensif tentang suatu topik dengan dukungan data yang lengkap. Silakan mendaftar terlebih dulu untuk mengakses konten-konten premium di kanal Espos Plus.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago