top ear
Dosen Statistik Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono. (Bisnis-Nancy Junita)
  • SOLOPOS.COM
    Dosen Statistik Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono. (Bisnis-Nancy Junita)

Epidemiolog: Batalkan Pembelian Semua Kandidat Vaksin Covid-19!

Pemerintah diminta membatalkan semua rencana pembelian vaksin dari sejumlah negara, karena belum ada yang terbukti lolos uji klinis.
Diterbitkan Senin, 26/10/2020 - 22:30 WIB
oleh Solopos.com/Mia Chitra Dinisari
1 menit baca

Solopos.com, JAKARTA — Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyarankan pemerintah membatalkan rencana pembelian semua kandidat vaksin Covid-19. Diingatkannya bahwa pembelian mestinya menunggu hasil uji klinis rampung, sehingga keamanan masyarakat bisa terjamin.

Saran pembatalan pembelian itu mengemuka karena belum ada kandidat vaksin Covid-19 yang terbukti lolos uji klinis. Karena itu, dia juga meminta pemerintah melakukan penguatan sistem kesehatan publik di Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona dan Covid-19 kian meluas.

CEO Agensi Song Ha-ye Dicurigai di Balik Kasus Bullying Park Kyung

"Sampai sekarang belum ada vaksin Covid-19. Batalkan semua rencana pembelian kandidat vaksin. Tunggu," tulisnya dikutip dari akun Twitternya.

Dia juga menambahkan vaksin bukan solusi jangka pendek untuk mengatasi pandemi Covid-19. Perlu cakupan vaksin yang tinggi, sangat tergantung efektivitas vaksinnya. sehingga Indonesia layak melakukan pembelian satu kandidat vaksin Covid-19.

Sistem Kesehatan Publik

Perlu persiapan, memperkuat sistem kesehatan publik. Juga bukan kedaruratan yang harus diselesaikan dengan segera. Keselamatan Publik itu utama.

Anime Demon Slayer atau Kimentsu No Yaiba: Mugen Train Tayang

Menurutnya, apabila kepentingan pedagang dalam hal ini produsen vaksin lebih diperhatikan dalam mengatasi pandemi, maka kasus akan terus naik. Bahkan, kematian bakal terus terjadi jika Indonesia keliru membeli vaksin Covid-19.

"Termasuk taktik ijon kandidat vaksin. Belum ada vaksin, semua masih masih dievaluasi. Kita harus berhati-hati, jangan sampai keselamatan publik terancam," tegasnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini