Elite PDIP Sebut Deklarasi Pendukung Ganjar Pranowo sebagai Kebisingan

Kemunculan sukarelawan yang mendukung Ganjar bukan untuk menutup jalan bagi calon lain.
Elite PDIP Sebut Deklarasi Pendukung Ganjar Pranowo sebagai Kebisingan
SOLOPOS.COM - Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno (detik)

Solopos.com, JAKARTA – Sukarelawan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendeklarasikan dukungan kepada jagoannya untuk Pilpres 2024 secara besar-besaran di 34 provinsi.

Deklarasi serentak itu langsung direspons elite PDIP, partai tempat Ganjar Pranowo bernaung.

Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menyebut hal itu sebagai “kebisingan”.

Diusung Parpol

“Sekarang musim deklarasi dan deklamasi politik. Udara belum apa-apa sudah bising,” kata senior PDIP Hendrawan Supratikno, Senin (23/8/2021).

Hendrawan menegaskan pasangan calon presiden diusung partai politik ataupun gabungannya. Dia berharap kesejukan politik tetap terjaga.

“Padahal konstitusi jelas menegaskan, paslon diusung parpol atau gabungan parpol. Jadi mari kita pelihara kesejukan kolektif tanpa intrik-intrik politik,” kata Hendrawan.

Baca Juga: Baliho Puan Maharani di Mana-Mana, PDIP Sudah tentukan Capres? 

Hendrawan mengaku belum tahu tujuan sukarelawan Ganjar Pranowo melakukan deklarasi besar-besaran. Menurutnya, ini hanyalah dinamika politik biasa.

“Belum jelas arahnya. Semua seharusnya ikut aturan main dan alur waktu yang pas. Tapi inilah dinamika dan dialektika politik. Ada yang sekadar meramaikan panggung. Ada yang coba-coba buka lapak. Ada yang sebagai upaya menekan-nekan pilihan. Ada yang sekadar mengada-ada,” kata Hendrawan.

Sebelumnya, deklarasi dukungan untuk Ganjar Pranowo digelar secara besar-besaran, Minggu (22/8/2021).

Cari Perhatian

Sukarelawan yang menamakan diri Sahabat Ganjar mengklaim menggelar deklarasi dukungan di 34 provinsi untuk Ganjar sebagai calon presiden (capres) 2024.

Pakar politik Universitas Gadjah Mada Wawan Mas’udi menilai banyaknya gerakan untuk Ganjar sebagai upaya untuk mencari perhatian atau caper ke partai politik.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tancap Gas ke Pilpres 2024 – Panduan Informasi dan Inspirasi 

Terlebih, saat ini merupakan masa pemanasan bagi para calon yang diprediksi bakal maju di gelanggang Pilpres 2024.

“Kalau dalam gambar besarnya ini memang pemanasan menuju 2024 itu sudah kencang banget, baru pemanasan tapi sudah kencang. Itu kan baliho yang dipasang sudah secara eksplisit siap untuk 2024,” kata Wawan saat dihubungi wartawan, Senin (23/8/2021).

“Pada saat yang bersamaan saya kira di level akar rumput mulai ada upaya untuk konsolidasi, salah satunya lewat bentuk deklarasi seperti ini, kebetulan ini deklarasi mereka yang akan mendukung Ganjar,” sambungnya.

Hal Wajar

Dekan Fisipol UGM itu melihat gerakan-gerakan seperti ini merupakan hal wajar.

Kemunculan Ganjarist maupun Sahabat Ganjar merupakan gerakan konsolidasi akar rumput yang tak terkait dengan partai politik (parpol) untuk mendapatkan perhatian.

“Kemunculan pendukung Ganjar bagian dari itu, ini banyak kelompok kecil yang di bawah yang mungkin punya aspirasi politik untuk mengusung seseorang dalam konteks ini Ganjar agar diperhatikan oleh partai,” ungkapnya.

“Jadi ini saya maknai sebagai pemanasan politik saja dan yang pemanasan bukan hanya elitenya tapi masyarakatnya juga,” tambahnya.

Secara tidak langsung, kata Wawan, yang menerima manfaat dalam situasi saat ini adalah Ganjar.

Ragu Sistematis

Akan tetapi, ia masih meragukan jika nantinya gerakan ini akan menjadi gerakan yang lebih sistematis.

“Jadi belum tentu juga sikap politik seperti ini jadi gerakan yang sistematis belum tentu juga. Tetapi (gerakan ini) menunjukkan bahwa yang bersangkutan (Ganjar) memiliki sel-sel pendukung di tingkat akar rumput,” sebutnya.

“Keuntungan atau tidak, yang pasti perspektifnya bukan keuntungan tapi ini menunjukkan Ganjar sebagai tokoh itu memang memiliki basis dan memiliki kelompok pendukung,” sambungnya.

Tak Tutup Jalan

Wawan melihat kemunculan sukarelawan yang mendukung Ganjar bukan untuk menutup jalan bagi calon lain.

Sebab, dengan banyaknya calon yang muncul ke permukaan akan semakin memperkaya pilihan masyarakat terkait sosok pemimpin di masa depan.

“Jadi ini bukan soal tutup menutup. Karena kan pada akhirnya nanti yang akan menentukan calon presiden itu parpol,” pungkasnya.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago