Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ekspedisi Energi 2022 Dimulai, 2 Tim Siap Potret Inovasi Energi

Ekspedisi Energi 2022 yang digelar Solopos Media Group dimulai. Dua tim diberangkatkan untuk memotret sejauh mana inovasi energi dan kontribusinya pada pemulihan ekonomi nasional.
SHARE
Ekspedisi Energi 2022 Dimulai, 2 Tim Siap Potret Inovasi Energi
SOLOPOS.COM - Direktur Marketing PT SHA Area Solo Aris Nuryanto (mengenakan kemeja biru) memberangkatkan Tim Ekspedisi Energi 2022 di Griya Solopos, Solo, Senin (20/6/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Tim Ekspedisi Energi 2022 Solopos Media Group (SMG) mulai diberangkatkan menuju lokasi yang memiliki inovasi energi, Senin (20/6/2022). Pelepasan tim dilakukan di Griya Solopos, Jl. Adi Sucipto No.190, Solo.

Ekspedisi ini mengusung tema Inovasi Energi untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi. Tim ekspedisi akan menjelajahi penyedia energi dan berbagai sumber-sumber energi yang menjadi faktor penting yang mendorong pemulihan ekonomi.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Ekspedisi Energi 2022 yang digelar Solopos Media Group ini didukung PT Adaro Energy Indonesia Tbk, SUN Energy, PT SHA Solo, Pertamina Patra Niaga, PT Geo Dipa Energi, Hyundai, PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Pembangkitan Jawa Bali (PJB), dan Dinas ESDM Jawa Tengah.

Ada dua tim yang terlibat dengan total delapan kru SMG. Satu tim menuju arah barat melakukan perjalanan empat hari tiga malam. Satu tim ke arah timur untuk melakukan perjalanan tiga hari dua malam.

Tim barat mulai melakukan perjalanan dari Solo di SMKN 2 Solo untuk memotret PLTS atap di ruang teori dan praktek siswa berkapasitas 6,3 kWh. Kemudian memotret desa mandiri energi yang memanfaatkan biogas untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Baca Juga: Ekspedisi Energi 2022 Dimulai, Ini Daftar Destinasinya

Perjalanan berlanjut ke PT Sido Muncul mengenai pemanfaatan PLTS untuk sumber energi pada sektor industri. Selanjutnya ke kantor ESDM Jateng untuk melihat pengembangan energi.

Kemudian Kawasan Industri Terpadu Batang; PT Bhimasena Terpadu Batang; Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara; dan PT Geo Dipa.

Sementara Tim timur akan menuju SHA Solo lalu ke Surabaya untuk berkunjung ke SKK Migas Jabanusa.

Kemudian PT Pertamina EP (PEP) Asset 4 Poleng Field di Surabaya, Pembangkit Jawa Bali. Lalu ke PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Bangkalan, Madura.

Perjalanan dilanjutkan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik JIIPE di Gresik. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diwakili Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto, memberangkatkan tim secara virtual.

Baca Juga: Solopos Media Group Kembali Gelar Ekspedisi Energi 2022, Ini Tujuannya

Sejumlah tamu undangan turut hadir untuk pemberangkatan Tim Ekspedisi Energi 2022 secara virtual maupun datang ke Griya Solopos. Di antaranya Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahyudi, Direktur Marketing PT SHA Area Solo, Aris Nuryanto dan Head of Marketing SUN Energy, Anggita Pradipta.

Transisi Energi untuk Pemulihan Ekonomi

Presiden Direktur SMG, Arif Budisusilo menjelaskan SMG menggelar ekspedisi kedua setelah 2021. Tujuannya untuk mengedukasi publik mengenai transisi energi dan mengoptimalkan inovasi energi untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

“Dunia sedang mengalami krisis energi dan krisis pangan akibat pandemi. Lalu ada serangan Rusia ke Ukraina yang berdampak pada boikot membuat pasokan energi tak seimbang sehingga membuat krisis. Indonesia beruntung ada banyak potensi dan sumber energi alternatif yang ada,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Menurut dia, SMG untuk mendukung, menyosialisasikan, dan meningkat literasi energi terbarukan secara holistik dari hulu sampai hilir. Dia berharap upaya kecil itu berkontribusi besar pengelolaan energi nasional sehingga Indonesia semakin berkompetitif.

Baca Juga: Ekspedisi Energi 2021 Berikan 9 Rekomendasi Ini untuk Pemerintah

Sujarwanto mengatakan ekspedisi dalam rangka kampanye energi terbarukan sejalan dengan kebijakan pembangunan sektor energi Pemprov Jateng.

“Kami akan mengalami krisis energi bila saat ini tak ada langkah tepat pengelolaan energi. Pertumbuhan penduduk, pembangunan, serta berkembangkan sektor industri berdampak pada peningkatan kebutuhan energi,”ungkapnya.

Menurut dia, perlu ada diversifikasi energi dengan mengurangi ketergantungan energi fosil melalui pemanfaatan energi terbarukan. Eksplorasi energi terbarukan kadang tampak menakutkan.

“Kuncinya dengan masyarakat harus diajari ditingkatkan literasinya,” paparnya.

Dia mengatakan upaya sinergisitas dari berbagai pihak sangat penting. Dia yakin adanya kolaborasi bisa memberikan pasokan energi kepada masyarakat.

Ekspedisi Energi 2022

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode