Edan! Hamparan Eceng Gondok Rawa Jombor Hampir 2 Kali Stadion Manahan

Hamparan eceng gondok yang sempat memenuhi perairan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat ternyata luasnya diyakini hampir dua kali lipat luasan kompleks Stadion Manahan Solo (17 ha).
SHARE
Edan! Hamparan Eceng Gondok Rawa Jombor Hampir 2 Kali Stadion Manahan
SOLOPOS.COM - Tumpukan eceng gondok di salah satu sisi Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Rabu (27/4/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Hamparan eceng gondok yang sempat memenuhi perairan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat ternyata luasnya diyakini hampir dua kali lipat luasan kompleks Stadion Manahan Solo (17 ha). Eceng gondok yang bikin pusing para pemanfaat Rawa Jombor itu mulai disingkirkan selama hampir sebulan terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, pertumbuhan eceng gondok di Rawa Jombor sangat cepat hingga kali terakhir luasannya mencapai 30 ha atau lebih dari 15 persen dari total luas perairan waduk sekitar 178 ha. Pertumbuhan eceng gondok itu sangat cepat dan menyebar ketika warung apung serta karamba dibongkar.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Ketua Komunitas Jogo Rawa Jombor (Jogorojo), Darminto, menjelaskan pengangkatan eceng gondok dilakukan dalam sebulan terakhir. Eceng gondok diangkat menggunakan ekskavator dari tepian waduk.

Informasi yang diterima Darminto dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), pengangkatan eceng gondok dihentikan sementara mulai Jumat (29/4/2022) sore. Pengangkatan dilanjutkan lagi setelah Lebaran.

“Eceng gondok diangkut dan dibawa ke lahan kosong di dekat rawa,” kata Darminto saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga: Cerita Eceng Gondok di Rawa Jombor Sering Bikin Bingung Banyak Orang

Sangat Cepat

Darminto berharap pembersihan eceng gondok tersebut harus dituntaskan alias tak menyisakan tumpukan eceng gondok di perairan. Pasalnya, pertumbuhan eceng gondok sangat cepat.

“Eceng gondok dibersihkan tuntas sekalian. Selain itu ada petugas yang rutin mengontrol dan membersihkan eceng gondok setiap pagi. Kalau tidak dikontrol, man eman anggaran yang sudah dikucurkan untuk pembersihan eceng gondok,” kata dia.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lapangan, pembersihan eceng gondok dilakukan menggunakan ekskavator. Eceng gondok yang menumpuk di pinggir waduk diangkat menggunakan lengan ekskavator hingga ke tanggul waduk.

Baca Juga: Kisah Ribuan Tapol Lebarkan Tanggul Rawa Jombor, Berontak Bisa Ditembak

Eceng gondok yang terangkat kemudian diangkut menggunakan truk menuju lahan tak jauh dari kawasan Rawa Jombor.

Sebulan Terakhir

Koordinator Bendungan Rawa Jombor, Nandung Setiawan, mengatakan pengangkatan eceng gondok sudah dilakukan selama hampir sebulan terakhir. Dia juga menjelaskan pada Jumat sore kegiatan pembersihan eceng gondok dihentikan dan dilanjutkan kembali setelah Lebaran.

Proses pembersihan eceng gondok dibantu personel TNI. Untuk mengangkat eceng gondok dari perairan, setidaknya ada tujuh ekskavator yang dioperasikan.

Baca Juga: Gumuk Mbah Bonggolo, Jejak Perkampungan di Rawa Jombor Klaten

Sebelumnya, eceng gondok yang tumbuh subur di Rawa Jombor semakin mengganggu aktivitas warga pemanfaat waduk tersebut. Salah satunya para pelaku usaha perahu wisata tradisional.

“Ya jelas mengganggu untuk jalannya perahu. Kalau ada eceng gondok perahu tidak bisa jalan. Harus menyingkirkan eceng gondok dulu . Kalau tidak, eceng gondok bisa menyangkut ke mesin,” kata Ketua Paguyuban Perahu Wisata Tradisional Rawa Jombor, Sutomo.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago